Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Film Pangku: Kehidupan dan Perjuangan Seorang Ibu dalam Diam

A
Salah satu adegan di film Pangku (sumber X: @gambaegerakfilm)
Salah satu adegan di film Pangku (sumber X: @gambaegerakfilm)

CEPOSONLINE.COM - Sudah rilis sejak 6 November 2025, Pangku jadi film yang menggugah emosi penonton melalui kisah yang hangat dan penuh makna kehidupan.


Advertisement

Film Pangku merupakan karya debut sutradara Reza Rahadian.

Film ini bercerita tentang Sartika (Claresta Taufan), seorang ibu tunggal hamil yang mencari pekerjaan di wilayah Pantura dan terjerat praktik "kopi pangku".

Film Pangku secara garis besar menggambarkan perjuangan Sartika demi sang anak.

Advertisement

Perjuangan yang besar, kuat, namun tidak berisik.

Berlatar di kawasan pesisir, Pangku menyoroti keteguhan seorang perempuan dan makna keibuan yang universal. 

Film ini sarat dengan pesan tentang cinta, keberanian, dan perjuangan hidup yang terasa dekat dengan realitas sehari-hari.

Advertisement

Pemeran Sartika, Claresta Taufan mengaku sampai turun langsung ke Pantura untuk pendalaman karakter.

"Saya ikut langsung ke Pantura, ngobrol langsung dengan mereka yg berprofesi sama seperti karakter Sartika dan Ibu Maya (pemilik warung kopi), jadi saya bisa lihat kehidupan mereka lewat sudut pandang mereka", ujar Claresta kepada tim Ceposonline lewat seluler, Jumat (14/11/2025).

Karakter Sartika punya layer hidup yang komplesks, Claresta sejak awal tahu bahwa ini bukan projek yang mudah. 

"Reza Rahadian sebagai sutradara pastinya totalitas di film ini, dan bermain dengan aktor-aktris senior, awalnya gugup tapi saya termotivasi untuk memberikan yang terbaik", ungkapnya.

Claresta pun mengakui banyak belajar dari film ini.

"Saya belajar banyak dari mereka (gadis pangku). Secara ekonomi mungkin mereka tidak punya banyak pilihan, tapi daripada menyalahkan keadaan mereka justru fokus untuk menjalani hidup hari ini dan tetap semangat", lanjutnya.

Ditanya tentang pesan yang ingin diangkat dari film ini Claresta mengatakan hidup harus penuh semangat. 

"Pesannya, kita belajar untuk mengerti kehidupan orang lain, mengetahui apa alasan di baliknya, sebelum menghakimi orang tersebut", ujarnya.

Bagi Claresta, film Pangku bukan sekadar cerita yang mengangkat realita suatu daerah, lebih dari itu, Pangku adalah film yang jujur.

"Melihat itu, saya jadi banyak bersyukur dan jadi semakin sayang dengan Mama saya".

"Saya jadi semakin sadar bahwa perjuangan seorang ibu sangat besar, baik yang kelihatan maupun tidak kelihatan. Banyak perjuangan yang dilakukan dalam diam", tutupnya.

Selain Claresta Taufan, Pangku juga melibatkan banyak aktor senior seperti Fedi Nuril, Christine Hakim, Lukman Sardi, dan Happy Salma. (*)

Advertisement
Editor : Gratianus Silas

Artikel Terkait

Sejarah Pembuatan Film G30S/PKI: Dibuat pada 1984, Instruksi dari Pemerintah

Sejarah Pembuatan Film G30S/PKI: Dibuat pada 1984, Instruksi dari Pemerintah

Film "Pengkhianatan G30S/PKI" dibuat pada tahun 1984 oleh Pusat Produksi Film Negara (PPFN), atas instruksi pemerintah Orde Baru di bawah

Akhir Sebuah Era: Serial Kartun Legendaris Ini Tak Lagi Tayang di Televisi Indonesia

Akhir Sebuah Era: Serial Kartun Legendaris Ini Tak Lagi Tayang di Televisi Indonesia

Kabar mengejutkan sekaligus emosional datang dari dunia penyiaran televisi nasional.

Mengapa Frank Herbert Memasukkan Banyak Motif Islam dalam Dune?

Mengapa Frank Herbert Memasukkan Banyak Motif Islam dalam Dune?

Novel Dune karya Frank Herbert bukan sekadar cerita fiksi ilmiah tentang planet gurun, perebutan kekuasaan, dan perjalanan Paul Atreides.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer