
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Indonesia berada di peringkat ke-126 dari 137 negara dalam pemeringkatan IQ 2026 yang dirilis International IQ Test.
Rata-rata skor IQ Indonesia tercatat 89,96 berdasarkan hasil tes terhadap 299.304 peserta asal Indonesia yang mengikuti tes sepanjang 2025.
Dilansir dari JawaPos.com, Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti pun menyinggung kebodohan struktural yang bisa membuat hal itu terjadi.
Namun, Bivitri mengingatkan bahwa angka IQ tidak serta-merta digunakan untuk menyimpulkan bahwa masyarakat Indonesia memang memiliki tingkat kecerdasan rendah.
Menurut dia, persoalan yang lebih penting untuk dibahas adalah apa yang disebutnya sebagai "kebodohan struktural".
“Benar enggak sih orang Indonesia itu katanya bodoh-bodoh? Saya sih enggak pengin percaya itu. Walaupun bisa diperdebatkan nanti oleh para ahli pendidikan soal IQ,” kata Bivitri dalam podcastnya, dikutip Selasa (21/9/2026).
Bivitri menilai IQ hanya salah satu indikator yang masih bisa diperdebatkan. Karena itu, ia mengajak melihat faktor struktural yang memengaruhi kemampuan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan dan berkembang.
“Saya mau membahas soal kebodohan struktural. Sama halnya dengan kemiskinan struktural. Jadi saya sebenarnya mau membicarakan apa yang di podcast ini selalu ingin saya bicarakan, soal relasi antara warga dengan negara. Jadi kata kuncinya adalah struktural,” ucapnya.
Menurut Bivitri, kebodohan dan kemiskinan tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan nasib, keberuntungan, atau takdir.
Dalam kehidupan bernegara, masyarakat memiliki hak yang harus dipenuhi, dilindungi, dan dihormati oleh negara.



