Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Ayam Potong Lokal di Jayapura Masih Stabil: Potensi Naik saat Natal – Tahun Baru

P
Pedagang tengah menjajakan ayam potong di Pasar Youtefa Abepura. (CEPOSONLINE.COM/PRIYADI)
Pedagang tengah menjajakan ayam potong di Pasar Youtefa Abepura. (CEPOSONLINE.COM/PRIYADI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA — Harga ayam potong lokal di pasar tradisional Kota Jayapura masih stabil. 


Advertisement

Namun para pedagang memperkirakan harga akan naik ketika memasuki musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 akibat lonjakan permintaan.

Hendri, pedagang ayam potong di Pasar Youtefa Abepura, mengatakan para peternak ayam di Jayapura sebenarnya sudah mulai mempersiapkan stok sejak awal November, agar ketika masuk Desember stok tidak langsung kosong dan harga tidak melonjak terlalu tajam.

“Untuk menghadapi Nataru, para peternak sudah siapkan ayam-ayam yang siap potong. Jadi ketika masuk Desember sampai Natal dan Tahun Baru, stok tetap aman,” kata Hendri, Jumat (7/11), kemarin.

Advertisement

Menurut Hendri, salah satu penyebab harga ayam potong lokal naik saat hari raya keagamaan bukan hanya permintaan yang tinggi, tetapi juga kenaikan biaya tenaga kerja di level pemotongan, pengiriman hingga penjualan.

“Tenaga kerja bertambah, jam kerja lebih panjang, itu mengerek biaya. Setelah Nataru selesai, permintaan turun, harga pasti kembali normal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Tekno dan Nando, pedagang ayam potong lokal di Pasar Youtefa Abepura. Kebutuhan ayam potong lokal melonjak tajam di setiap hari besar keagamaan.

Advertisement

“Hari biasa kita hanya potong sekitar 700 ekor per hari.”

“Tapi di saat Nataru bisa tembus 2.000 sampai 2.500 ekor per hari,” kata Tekno.

Soal harga, ayam potong lokal masih berbeda jauh dengan ayam potong beku kiriman dari Jawa. Ayam lokal ukuran biasa dijual Rp 65.000 per ekor, ukuran besar bisa mencapai Rp 100.000 per ekor. Sementara ayam beku dari Jawa bisa dijual sekitar Rp 33.000 per ekor, tergantung ukuran.

Meski lebih mahal, ayam potong lokal masih menjadi primadona masyarakat Jayapura.

"Rasanya lebih gurih dan segar. Walaupun harganya lebih tinggi, tetap banyak yang cari ayam lokal,” ujar Nando.

Para pedagang menilai, jika stok peternak terjaga dan pemerintah tetap melakukan monitoring pasar, gejolak harga di Nataru dapat dikontrol sehingga konsumen tetap bisa mendapatkan ayam lokal dengan harga wajar serta kualitas baik.(*)

Advertisement
Editor : Gratianus Silas

Artikel Terkait

Dengan Dana Desa Rp15 Juta, Kelompok Ternak dari Biak Utara Ini Berhasil Panen Perdana 200 Ayam

Dengan Dana Desa Rp15 Juta, Kelompok Ternak dari Biak Utara Ini Berhasil Panen Perdana 200 Ayam

Panen perdana 200 ayam broiler (ayam pedaging) dengan menggunakan dana desa sebesar Rp. 15 juta kembali dilakukan di Distrik Biak Utara, Sen

Bantuan Seragam Sekolah Belum Disalurkan ? Ini Penjelasan Dinas Pendidikan

Bantuan Seragam Sekolah Belum Disalurkan ? Ini Penjelasan Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, menjelaskan bahwa bantuan seragam sekolah bagi siswa-siswi di Kota Jayapura belum disal

Disdik Kota Jayapura dan BPMP Papua Pantau Dampak MBG di SMPN 11 Jayapura 

Disdik Kota Jayapura dan BPMP Papua Pantau Dampak MBG di SMPN 11 Jayapura 

Dinas Pendidikan Kota Jayapura bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua terus mendorong optimalisasi Program Makan Ber

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer