
BIAK – Plt. Kepala UPTD Taman Burung dan Anggrek ( TBTA ) Provinsi Papua, Mercy C. Mual, S.Hut mengatakan, kunjungan masyarakat ke Taman Burung dan Anggrek Provinsi Papua yang ada di Kabupaten Biak Numfor lumayan banyak pada setiap bulannya.
“Diperkirakan sekitar 100 an lebih pengunjung dalam satu bulan. Paling kurang dalam satu hari itu ada satu dua orang yang berkunjung, pengunjung dari semua kelompok umur,”ungkap Mercy saat ditemui Cenderawasih Pos di TBTA, Sabtu,(22/7).
Tetapi kebanyakan pengunjung menurutnya adalah anak-anak sekolah. Terumata anak-anak PAUD. Bila berkunjung kata dia mereka suka berkeliling – keliling ke seluruh taman untuk melihat setiap burung dan anggrek yang ada, lalu belajar mewarnai gambar burung dan anggrek seperti yang telah dilihat.
Ada juga pengunjung lain dari luar Biak yang berkunjung lantaran datang ke Biak karena mengikuti kegiatan dinas tetapi juga mengikuti rangkaian kegiatan yang menyangkut Sail Teluk Cenderawasih 2023 di Kabupaten Biak Numfor.
Jenis – jenis burung yang masih ada ditaman sampai saat ini adalah burung nuri hijau, nuri pelangi, kakatua putih, kasuari, kum-kum, manbruk, camar dan beberapa jenis burung lainnya.
Khusus Burung Cenderawasih tidak ada. Sebelumnya ada tapi waktu disangkar besar ditimpah pohon akhirnya mati. Jadi setelah kejadian itu sudah tidak ada Burung Cenderawasih lagi. “Kami ada rencana penambahan, kita kerjasama dengan KSDH mereka punya sitaan-sitaan kita ambil dan masukan ke sangkar,”ujarnya.
Jenis –jenis anggrek menurutnya ada anggrek macan, kelapa, kelinci dan berbagai anggrek jenis lainnya. Dan Luas areal taman burung dan anggrek 28 hektar, yang dipagar dan difungsikan baru 5 hektar. “Mudah-mudahan kedepan ada perhatian pemerintah supaya kita bisa perbiki,”ucapnya (ren )



