
BIAK-Alokasi Dana Desa (DD) bagi Kabupaten Biak Numfor pada tahun 2020 mengalami peningkatan kurang lebih sebesar Rp 7 miliar dari tahun sebelumnya, dimana tahun 2019 yang jumlahnya sebesar Rp. 202 miliar. Dengan begitu, maka jumlah DD secara keseluruhan untuk Kabupaten Biak Numfor di tahun 2020 sebesar Rp. 209,6 milyar.
Dengan peningkatan jumlah dana desa di tahun 2020, maka kini sudah ada 15 kampung yang mendapatkan dana desa menembus angka Rp. 1 miliar per kampungnya. Sementara untuk kampung-kampung lainnya besarnya dana desa yang diperoleh jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp. 700 juta sampai Rp. 900-an juta per kampungnya.
“Dengan penambahan jumlah DD tahun 2020 maka di Kabupaten Biak Numfor saat ini sudah ada 15 kampung yang mendapatkan alokasi sebesar Rp. 1 milyar, sedangkan kampung lainnya jumlahnya bervariasi dan kurang dari Rp. 1 milyar,” ujar Plt. Kepala Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Biak Numfor Setyo Budi, S.Sos.,M.AP.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, penyaluran dana desa ke masing-masing kampung dilakukan dengan tiga tahap, masing-masing tahap pertama 20 %, lalu tahap kedua dan ketiga masing-masing 40 %. Setiap pencairan dana desa pertahap wajib memperhatikan realiasi penggunaan sekaligus pertanggungjawaban pertahapnya.
“Kepada para kepala kampung supaya kedepan benar-benar memperhatikan ketepatan waktu dalam memberikan laporan pertanggungjawaban, ya itu penting karena selama ini yang terjadi banyak kampung lambat dana desanya dicairkan karerna pertanggungjawaban realiasi penggunaan dana sebelumnya tidak dilengkapi cepat,” tandasnya.
Pengalokasian dana desa ke kampung-kampung oleh pemerintah dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan di tingkat lapisan bawa diberbagai sector, diantaranya sector infrastruktur dasar kampung, sektok ekonomi kerakyatan, sector pendidikan dan kesehatan serta sejumlah lainnya.
“Kepada semua pihak tentunya juga diharapkan ikut melakukan pengawasan terhadap setiap realisasi penggunaan dana desa di lapangan supaya benar-benar tepat sasaran di masyarakat,” imbuh Setyo Budi.(itb/tri)
