Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPK Data Ulang Aset Pemda 

A
Penulis: Administrator❯
Tim BPK Perwakilan Provinsi Papua ketika melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan dinas yang dikumpul di Kantor BPKAD Kabupaten Biak Numfor, kemarin. (Fiktor/Cepos)
Tim BPK Perwakilan Provinsi Papua ketika melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan dinas yang dikumpul di Kantor BPKAD Kabupaten Biak Numfor, kemarin. (Fiktor/Cepos)

BIAK-Pemeriksaan dan audit terhadap semua Barang Milik Daerah (BMD) Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mulai mendapat perhatian serius. Bahkan tim dari BPK Perwakilan Provinsi Papua turun langsung melakukan audit di lapangan terhadap semua aset yang nilainya berjumlah diperkirakan nilai lebih dari Rp 1 triliun itu.


   Pemeriksaan dan pengambilan data oleh BMD Kabupaten Biak Numfor oleh BPK akan berlangsung selama 30 hari kedepan. Dalam melakukan audit BPK menurunkan  tim yang berjumlah 4 orang dengan Ketua Tim Oktavian Siregar .   


   Adapun sejumlah aset yang sudah mulai diperiksa diantaranya dari tanah, bangunan gedung, peralatan dan mesin, semua kendaraan dinas, jalan dan jembatan serta semua aset lainnya.


  “Jadi khusus untuk Khusus kendaraan dinas, pemeriksaan  dimulai dari proses pengadaan, pencatatan, pemanfaatan atau penggunaan, termasuk dari  administrasi dan pelaporan juga menjadi catatan khusus BPK. Dan secara keseluruhan aset Pemda Biak Numfor lebih dari Rp 1 miliar,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Biak Numfor Lot Yensenem, SE.,M.Si kepada Cenderawasih Pos di Sasana Krida Kantor Bupati, Jumat (1/11) kemarin.


   Menurutnya, jumlah kendaraan dinas yang sudah tercatat selama ini sudah mencapai 1.210 unit, yang berhasil terindentifikasi namun dalam keadaan rusak berat sebanyak 282 unit, lalu yang masuk dalam kategori tidak tertib penggunaannya sebanyaa 545 unit dan tertib atau jelas penggunaannya 383 unit.(itb/tri)


Advertisement
Advertisement
Editor : Administrator

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer