Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Pelaku Pembunuh Waria Dibekuk di Maros

A
Penulis: Administrator❯
AKBP Indra Mada Laksanta, S.IK.,M.Si (Fiktor/Cepos)
AKBP Indra Mada Laksanta, S.IK.,M.Si (Fiktor/Cepos)

AKBP Mada Indra Laksanta, S.IK.M.Si (Fiktor/Cepos)


BIAK-Teka-teki penyebab kematian Ilham Husein (39) alias Ilo, mayat yang dibuang di semak-semak, di Suneri Distrik Yendidori jalan Dafuar – Biak Barat akhirnya terungkap. Dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku korban diringkus di Jalan Bulu-Bulu  Maros, Sulawesi Selatan. Kini kedua orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan itu diringkus oleh Timsus Polda Sulawesi Selatan.


  Tim dari Satreskrim Polres Biak Numfor sejak kemarin sudah berada di Makassar untuk melakukan penjemputan kedua terduga itu. “Ya, memang pelakunya sudah ditangkap di Maros. Saat ini sudah ada anggota kami ke sana,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, S.IK.,M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Jeffri Tambunan, S.IK.,SH saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, kemarin.


  Penangkapan kedua terduga itu dilakukan setelah penyidik Polres Biak Numfor melakukan pengembangan penyelidikan dan keduanya diduga kuat terlibat dalam kasus tersebut. Dari hasil pengembangan penyelidikan itu, pihak penyidik Polres Biak Numfor melakukan koordinasi dengan pihak Polda Sul-Sel lalu dilakukan penangkapan.


  “Dari keterangan sejumlah saksi yang kami periksa, ada dugaan kuat kedua orang yang sudah ditangkap ini sebagai pelaku. Setelah dicari di Biak ternyata sudah hilang dan disitu kami berkoordinasi dengan pihak Polda Sul-Sel, jadi kedua terduga ini ditangkap di rumahnya,” kata Kasat Reskrim Jeffri Tambunan menambahkan.


  Sekedar diketahui, bahwa  dari hasil visum yang dilakukan oleh dokter forensik RSUD Biak ditemukan sejumlah luka tak wajar di sekujur tubuh korban.  Luka di bagian pelipis, di bagian lengan dan sejumlah luka lainnya, serta lilitan tali di leher korban. Selain itu, barang-barang berharga miliki korban yang dipakai juga hilang.


  Dua cincin emas yang biasa digunakan korban sudah tidak ada ketika mayatnya ditemukan, demikian 1 buah kalung emas dan gelang emas milik korban juga sudah tidak ada. Diduga korban dihabisi lalu dibuang ke hutan yang juah dari pemungkiman warga dengan tujuan untuk menghilangkan jejak.(itb/tri)


Advertisement
Advertisement
Editor : Administrator

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer