Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kampung Padaido Bisa Digarap Seperti Raja Ampat

A
Penulis: Administrator❯

Gamel/Cepos
Anggota Komisi IV DPR Papua, Boy Markus Dawir ketika mengunjungi Distrik Padaido Kabupaten Biak dalam masa reses pekan kemarin. Warga menyampaikan potensi perikanan dan pariwisata yang menjanjikan.


JAYAPURA – Hasil kunjungan   anggota Komisi IV DPR Papua, Boy Markus Dawir ke sejumlah kampung di Kampung Padaido di Distrik Kepulauan Padaido, Biak Numfor,  mendapati  potensi besar yang dimiliki Kampung Padaido dan jika digarap lebih modern serta profesional. Padaido dikatakan tak kalah dari Raja Ampat yang telah mendunia bila memang ingin digarap.


  Dengan kondisi pulau yang masih jarang terjamah serta keaslian hutan kelapa termasuk hamparan pasir putih di bibir pantai, menjadikan pulau ini bisa menjadi satu daya tarik wisata di Kabupaten Biak. Kepala Distrik Padaido, Mesak Asaribab S.Sos menyampaikan bahwa Padaido juga merindukan pembangunan, namun ia tak ingin pembangunan yang masuk justru tak tepat sasaran.


   “Saya berpikir dua sektor unggulan kami saat ini, yakni sektor perikanan kelautan dan pariwisata. Nah pariwisata ini jika digarap dengan baik saya pikir kami di Padaido tak kalah dengan Raja Ampat. Itu bisa saja,” kata Mesak di tengah warganya.


  Disini ia meminta DPR Papua bisa ikut memperjuangkan niat tersebut karena jika hanya mengandalkan dana desa dipastikan sangat sulit. “Kalau tempat kami dijadikan tempat wisata kami pikir dengan sendirinya perekonomian masyarakat akan jauh lebih baik sehingga kami minta DPR bisa memperjuangkan,” jelasnya.


   Mesak  juga menyampaikan bahwa ada beberapa pulau yang jaraknya masih berdekatan namun harus tetap menggunakan perahu. “Ini juga masalah, kami lihat di Jakarta itu jembatan bisa panjang – panjang sekali kenapa di Papua yang pendek begini saja sulit,” sindirnya.


   Terkait aspirasi ini Boy Dawir usai kegiatan menyampaikan sepakat bahwa Biak dan distrik-distriknya memiliki potensi wisata dan perikanan. Dari 21 pulau,  delapan diantaranya tak berpenghuni dan menyimpan potensi kelautan yang menjanjikan. “Ikan disini melimpah dan jika dibuatkan home stay saya pikir sangat layak,” kata Boy.


   Ia menyampaikan ada banyak aspirasi yang didengar diantaranya ada empat pulau besar yang jaraknya tak terlalu jauh sehingga mereka meminta dibangunkan jembatan. Lalu soal gaji honor yang minta dinaikkan lalu gedung untuk PAUD atau anak usia dini. “Ini menjadi catatan bagi kami dan akan kami bicarakan dilembaga dan perlu didukung,” pungkasnya. (ade/tri)


Advertisement
Advertisement
Editor : Administrator

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer