Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wujudkan Pemerintah Bersih, Pejabat Pengelola Program Ikut Bimtek Manajemen Risiko 

F
Suasana Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko dan Risiko Fraud, di Aula BPKAD Biak Numfor, Selasa (13/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/FIKTOR PALEMBANGAN)
Suasana Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko dan Risiko Fraud, di Aula BPKAD Biak Numfor, Selasa (13/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/FIKTOR PALEMBANGAN)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, BIAK-Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menggelar  Bimtek Manajemen Risiko dan Risiko Fraud. Kegiatan yang diikuti oleh sekretaris OPD dan pejabat pengelola program di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor bekerja sama dengan Badan Pengawasas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 

Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH.,MM dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Plt. Asisten II Setda Kabupaten Biak Numfor Adam Umar, S.IP mengatakan, dalam mencapai tujuan strategis daerah tidak bisa lepas dari berbagai ketidakpastian atau resiko. 

“Resiko yang tidak dikelola dengan baik dapat menghambat pencapaian target kerja, menurunkan kualitas pelayanan publik, bahkan berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah,” ujarnya.

Advertisement

Oleh karena itu, kata Adam, implementasi manajemen resiko bukan lagi sekadar pemenuhan kewajiban regulasi, melainkan sebuah kebutuhan mutlak atau kebutuhan dasar dalam setiap pengambilan keputusan di tingkat OPD.

Ia juga mengatakan, bahwa tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas kinerja birokrasi saat ini semakin tinggi, oleh pemerintah daerah dituntut untuk mampu melaksanakan program pembangunan secara efektif, efisien, dan bebas dari penyimpangan.

“Hal yang tidak kalah penting dan menjadi fokus kita hari ini adalah mitigasi terhadap Risiko Fraud atau kecurangan. Fraud adalah musuh utama integritas birokrasi. Kita harus membangun sistem pencegahan yang kuat agar celah-celah yang berpotensi menimbulkan tindakan fraud dapat dideteksi dan ditutup sedini mungkin,” imbuhnya

Advertisement

Selain itu, Markus Mansnembra juga mengingatkan kepala OD agar menyusun langkah mitigasi yang konkret agar setiap potensi penyimpangan dan kendala kinerja dapat diantisipasi secara tepat, termasuk membangun budaya peduli risiko dan menanamkan nilai integritas demi mencegah terjadinya fraud. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

20 Ribu Pengunjung, Rp11,2 Miliar Berputar di Festival Budaya Biak Melanesia

20 Ribu Pengunjung, Rp11,2 Miliar Berputar di Festival Budaya Biak Melanesia

Festival Budaya Biak Melanesia (FBBM) 2026 berakhir setelah berlangsung selama lima hari sejak 17 Oktober. Festival budaya yang dipusatkan d

Delegasi Kerajaan Belanda Lakukan Pertemuan dengan Sejumlah Bupati  

Delegasi Kerajaan Belanda Lakukan Pertemuan dengan Sejumlah Bupati  

Kedatangan delegasi Kerajaan Belanda ke Biak dipimpin oleh Alfred Van Der Klis. Tiba di Biak, rombongan disambut langsung oleh Bupati Markus

Ribuan Warga Rela Antre demi Kuliner Khas Papua di Festival Budaya Biak Melanesia

Ribuan Warga Rela Antre demi Kuliner Khas Papua di Festival Budaya Biak Melanesia

Ribuan warga memadati kawasan Jalan Imam Bonjol, Kabupaten Biak Numfor, Papua, untuk menikmati pesta kuliner lokal yang menjadi salah satu r

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer