CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi pelajar dan mahasiswa asal Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di berbagai kota studi.
Namun, dukungan tersebut harus diimbangi dengan keseriusan dalam belajar, kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen untuk tidak melawan pemerintah secara destruktif, melainkan mengedepankan jalan dialog yang santun.
Pesan tegas itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Yahukimo, Redison Manurung, dalam sambutannya pada Kongres ke-3 dan Kongres Umum ke-IX Komunitas Pelajar Mahasiswa Yahukimo (KPMY) di Jayapura, Selasa (21/10/2026).
Kongres yang mengusung tema “Mempersiapkan SDM Yahukimo yang Berkelanjutan” tersebut turut dihadiri oleh sejumlah jajaran pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Yahukimo Akso Balingga, Kepala Keuangan, Bappeda, serta Ketua DPRD Yahukimo Son Bahabol.
Dalam arahannya, Redison menegaskan bahwa mahasiswa sebagai intelektual muda tidak sepatutnya memposisikan diri untuk melawan pemerintah. Sebaliknya, aspirasi, pemikiran, maupun kritik terhadap kebijakan daerah harus disalurkan melalui mekanisme yang benar, santun, dan taat hukum.
"Mahasiswa jangan melawan pemerintah. Jika ada masukan, kritik, atau hal-hal yang perlu dievaluasi dari kebijakan pembangunan, sampaikanlah secara santun, beretika, dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Kebebasan berpendapat itu dijamin, tetapi harus disampaikan dengan argumentasi yang sehat dan bertanggung jawab,” tegas Redison Manurung.
Redison menekankan bahwa masa pendidikan merupakan kesempatan berharga yang tidak boleh disia-siakan. Mahasiswa berada di kota studi dengan amanat besar untuk menimba ilmu, memperluas wawasan, dan membangun karakter agar siap menjadi pemimpin masa depan di Yahukimo.
Ia juga mengingatkan agar keberadaan organisasi mahasiswa seperti KPMY dimanfaatkan sebagai wadah pembinaan intelektual dan kepemimpinan, bukan justru dijadikan alat untuk memprovokasi atau mengalihkan perhatian dari tugas utama perkuliahan.
“Adik-adik pelajar dan mahasiswa harus benar-benar fokus pada pendidikan. Jangan sampai terjebak dalam aksi-aksi yang merugikan masa depan kalian sendiri atau merusak hubungan baik dengan pemerintah daerah yang sedang berjuang membangun Yahukimo. Silahkan berikan kritik dan saran yang baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, menurut Redison Pemerintah Kabupaten Yahukimo memandang bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam era demokrasi. Kendati demikian, sinergi antara mahasiswa dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan SDM di daerah.
Redison berharap Kongres KPMY kali ini dapat melahirkan kepengurusan dan program kerja yang benar-benar menyentuh kebutuhan nyata mahasiswa, seperti penguatan literasi, pelatihan kepemimpinan, hingga pendampingan akademik.
“KPMY harus menjadi mitra strategis pemerintah. Mari bangun komunikasi yang sehat dengan Pemkab Yahukimo, DPRD, dan lembaga pendidikan. Dengan komunikasi yang baik, setiap kendala dan persoalan mahasiswa dapat dicarikan solusi bersama tanpa harus mengorbankan proses studi,” pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Ireeuw