Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

TPNPB-OPM Beberkan Alasan Membakar Pesawat AMA di Yahukimo

Karolus Daot • Kamis, 2 Juli 2026 | 18:22 WIB
Puing Pesawat printis milik AMA dengan registrasi PK-RCY usai dibakar TPNPB di Bandara Perintis Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026).(CEPOSONLINE.COM/JUBIR TPNPB-OPM)
Puing Pesawat printis milik AMA dengan registrasi PK-RCY usai dibakar TPNPB di Bandara Perintis Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026).(CEPOSONLINE.COM/JUBIR TPNPB-OPM)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA-Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengeklaim bertanggung jawab atas insiden pembakaran pesawat perintis jenis Pilatus milik Associated Mission Aviation (AMA) dengan registrasi PK-RCY di Bandara Perintis Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026) pagi.

 

Dalam keterangan tertulis yang diterima media, Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan aksi tersebut dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Kompi Bakusip.

 

Ia juga mengeklaim pilot pesawat berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, meninggal dunia dalam insiden tersebut.

 

"Kami menembak dan membakar pesawat karena pesawat tersebut digunakan untuk mendukung operasi militer Indonesia di wilayah pedalaman Papua," ujarnya.

 

Sehingga tindakan tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang sebelumnya telah diumumkan oleh TPNPB-OPM terkait pelarangan penerbangan di wilayah yang mereka klaim sebagai daerah operasi.

 

Penembakan dan pembakaran pesawat tersebut dilakukan atas perintah pimpinan Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak.

 

Selain itu, TPNPB-OPM kembali menyerukan agar dilakukan perundingan untuk menyelesaikan konflik di Papua.

 

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut juga mengeluarkan ancaman terhadap penerbangan sipil yang tetap beroperasi di wilayah yang mereka sebut sebagai zona operasi.

 

"Kami mengimbau kepada seluruh pilot dan penerbangan sipil yang selalu melakukan pendoropan pasukan militer Indonesia ke wilayah perang agar segera dihentikan sebelum akar persoalan konflik di Papua antara pemerintah Indonesia dan orang Papua diselesaikan," tegas Sebby

 

Tidak hanya itu TPNPB juga meminta aparat keamanan agar tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap warga sipil menyusul aksi pembakaran pesawat tersebut. Sebab pasukan TPNPB saat ini telah meninggalkan Kampung Balinggama.

 

"Kami mengimbau aparat keamanan agar tidak melakukan tindakan terhadap warga sipil menyusul insiden tersebut. Karena pasukan kami telah meninggalkan lokasi dan sudah ada di wilayah lain di Kabupaten Yahukimo," tutup Sebby. (*)

 

Editor : Elfira Halifa
#yahukimo #Ceposonline.com