CEPOSONLINE.COM, WAROPEN-Pemerintah Kabupaten Waropen memastikan ketersediaan obat-obatan dan bahan medis habis pakai pada sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan mulai kembali terpenuhi setelah sebelumnya mengalami kendala ketersediaan.
Kepastian tersebut disampaikan melalui jawaban Bupati Waropen yang dibacakan Wakil Bupati Waropen, Yowel Boari dalam lanjutan Sidang Paripurna III DPRK Waropen terkait pembahasan Perubahan RKPD, Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026, Rabu (23/9/2026).
Dalam jawaban pemerintah daerah terhadap pandangan DPRK Waropen, disampaikan bahwa persoalan ketersediaan obat menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan perubahan anggaran, khususnya terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Urfas dan Puskesmas Waropen Bawah.
Pemerintah daerah menjelaskan, keterlambatan ketersediaan obat dan bahan habis pakai terjadi karena proses pengadaan melalui sistem e-katalog yang membutuhkan tahapan cukup panjang.
“Proses obat-obatan pada Dinas Kesehatan sudah sesuai dengan permintaan BPK RI Perwakilan Papua dan BPOM RI Perwakilan Papua untuk menggunakan sistem lelang e-katalog,” demikian disampaikan dalam jawaban Bupati Waropen.
Pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa saat ini ketersediaan obat telah mulai terpenuhi melalui dukungan buffer stock dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua serta pengadaan melalui e-katalog.
“Buffer stock dan obat e-katalog tahap satu sudah tiba di Waropen dan akan didistribusikan ke Puskesmas dan Pustu,” jelas pemerintah daerah dalam jawaban tersebut.
Selain persoalan ketersediaan obat, DPRK Waropen juga memberikan perhatian terhadap peningkatan tata kelola pelayanan kesehatan, termasuk kebutuhan fasilitas pendukung pada sejumlah wilayah pelayanan.
Pemerintah daerah menyampaikan bahwa masukan DPRK terkait pelayanan kesehatan akan menjadi perhatian melalui Organisasi Perangkat Daerah teknis agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Pemerintah Kabupaten Waropen menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki pelayanan kesehatan dengan memastikan kebutuhan obat, fasilitas pelayanan, serta dukungan operasional tenaga kesehatan menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah. (*)
Editor : Elfira Halifa