Pasar Rakyat Urfas Dibangun Kembali, Pemkab Waropen Kucurkan Rp2,79 Miliar

Ismail Ceposonline • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Bupati Waropen, F.X. Mote bersama unsur Forkopimda, adat, agama, dan masyarakat meletakkan batu pertama pembangunan kembali Pasar Urei Faisei (Urfas) yang sebelumnya terbakar, di lokasi pasar, Rabu (19/8/2026).(CEPOSONLINE.COM/ISMAIL) 
Bupati Waropen, F.X. Mote bersama unsur Forkopimda, adat, agama, dan masyarakat meletakkan batu pertama pembangunan kembali Pasar Urei Faisei (Urfas) yang sebelumnya terbakar, di lokasi pasar, Rabu (19/8/2026).(CEPOSONLINE.COM/ISMAIL) 

CEPOSONLINE.COM, WAROPEN-Setelah menanti sekitar satu tahun enam bulan pascakebakaran, masyarakat Distrik Urei Faisei (Urfas) akhirnya kembali mendapat kepastian pembangunan Pasar Rakyat Urfas.

Pemerintah Kabupaten Waropen secara resmi memulai pembangunan pasar tersebut melalui peletakan batu pertama di lokasi bekas pasar, Rabu (19/8/2026).

Peletakan batu pertama dihadiri Bupati Waropen Fransiscus Xaverius Mote, Wakil Bupati Yowel Boari, Ketua DPRK Waropen Yeneke S.K. Dippan, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, dewan adat, serta keluarga Wonatorei-Imbiri selaku pemilik ulayat.

Pembangunan Pasar Rakyat Urfas menelan anggaran sebesar Rp2,79 miliar yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026. Bangunan pasar direncanakan memiliki ukuran 17 meter x 36 meter atau seluas sekitar 612 meter persegi, dengan pelaksana pekerjaan CV Banawa Indah.

Selain pekerjaan fisik, kegiatan pembangunan turut didukung anggaran perencanaan sebesar Rp120 juta serta pengawasan sebesar Rp90 juta. Proyek tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan.

Sebelum pembangunan dimulai, Pemerintah Kabupaten Waropen juga telah menuntaskan proses pembayaran lahan sehingga status tanah lokasi pasar kini secara resmi menjadi aset Pemerintah Kabupaten Waropen.

Penyelesaian persoalan lahan tersebut menjadi bagian penting untuk memberikan kepastian hukum dan menjamin keberlanjutan pemanfaatan fasilitas pasar bagi masyarakat.

Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan pasar tersebut.

Menurutnya, pembangunan Pasar Urfas merupakan kebutuhan masyarakat yang tidak lagi dapat ditunda.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur, termasuk perwakilan Sinode GKI, dewan adat, pemerintah, serta masyarakat pemilik hak ulayat yang telah mendukung pembangunan.

“Saya sangat senang karena dari provinsi, BP AM Sinode GKI, Dewan Adat dan pemerintah hadir bersama untuk meletakkan batu pertama. Kolaborasi pemerintah, adat dan agama bertemu di pasar ini. Ini adalah kebutuhan masyarakat yang sudah tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Bupati juga memberikan penghormatan dan apresiasi kepada masyarakat adat, khususnya keluarga pemilik ulayat, yang telah menyerahkan tanah untuk kepentingan pembangunan fasilitas publik.

Menurutnya, pembangunan membutuhkan kebersamaan, saling menghormati dan keikhlasan semua pihak. Ia turut mengapresiasi dukungan pemerintah kampung serta keberadaan pos polisi di sekitar kawasan pasar yang diharapkan dapat menunjang keamanan aktivitas masyarakat.

“Ini menjadi awal bagi masyarakat untuk kembali berjualan di tempat yang lebih representatif. Kita berharap pasar ini dapat menampung para pedagang yang ada, walaupun lahannya tidak terlalu luas. Karena itu dinas terkait harus mampu mengatur pemanfaatannya dengan baik dan menjaga kebersamaan di antara para pedagang,” tegas Bupati Mote.

Pembangunan Pasar Rakyat Urfas berada di bawah kendali Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UMKM dan Transmigrasi Kabupaten Waropen. Pemerintah daerah berharap pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga masyarakat Distrik Urei Faisei segera memiliki pasar yang lebih layak, aman dan representatif sebagai pusat aktivitas perdagangan serta penggerak perekonomian masyarakat setempat.

Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Pasar Urfas tidak hanya diharapkan menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat serta simbol bangkitnya kembali aktivitas ekonomi Urei Faisei setelah musibah kebakaran yang sempat menghentikan kegiatan pasar selama lebih dari satu tahun. (*)

Editor : Elfira Halifa
Ceposonline.com Waropen