CEPOSONLINE.COM, WAROPEN-Sempat viral di media sosial setelah mengunggah video menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), siswa SMP Negeri Urei Faisei, Kabupaten Waropen, akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf.
Video yang sebelumnya beredar luas itu diduga memperlihatkan adanya ulat dalam ompreng makanan program MBG, sehingga memicu perhatian dan beragam tanggapan dari masyarakat.
Permohonan maaf tersebut disampaikan di hadapan pihak sekolah serta pengelola MBG dari Yayasan Johan Edelweis Papua, Kamis (11/6/2026).
Mewakili rekan-rekannya, salah seorang siswa kelas VIII-2, Nus Ramandey, menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Bupati Waropen, tim Satgas, pihak pengelola MBG, para guru, serta seluruh pihak yang terdampak akibat beredarnya video tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Bupati Waropen, Tim Satgas, bapak dan ibu dari pihak MBG, serta bapak dan ibu guru SMPN Urei Faisei atas video yang kami viralkan dan edarkan”
“Sekali lagi kami meminta maaf dan menjadikan hal ini sebagai pelajaran bagi kami,” ujar Nus.
Ia mengakui bahwa tindakan merekam dan menyebarkan video tersebut ke media sosial tanpa terlebih dahulu melapor kepada pihak sekolah merupakan sebuah kekeliruan.
“Jika di kemudian hari kami menemukan hal yang sama, kami akan melaporkannya terlebih dahulu kepada pihak sekolah dan tidak langsung mempostingnya di media sosial”
Kepala SMP Negeri Urei Faisei, Isak P. Ramandey menjelaskan, saat kejadian berlangsung, para siswa sedang menikmati makanan dari program MBG.
“Apabila terdapat hal yang dianggap janggal atau mencurigakan pada makanan yang disajikan, seharusnya hal tersebut lebih dulu dilaporkan kepada pihak sekolah agar dapat dilakukan pemeriksaan secara berjenjang,” ungkapnya.
Menurut Isak, sekolah telah membentuk tim pengawasan MBG melalui surat keputusan (SK). Tim tersebut bertugas memantau pelaksanaan program, termasuk menghitung jumlah ompreng, mengawasi distribusi makanan, serta melaporkan apabila terdapat temuan atau kejanggalan.
“Jika ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai atau mencurigakan dalam pelaksanaan MBG, seharusnya dilaporkan terlebih dahulu kepada tim pengawas maupun pihak sekolah. Atas beredarnya video tersebut, saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan,” pungkasnya. (*)
Editor : Elfira Halifa