CEPOSONLINE.COM, WAROPEN, Pemerintah Kabupaten Waropen mengambil langkah progresif dalam memangkas ketimpangan aksesibilitas di wilayah pedalaman.
Melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo), pemkab setempat resmi menggandeng maskapai Associated Mission Aviation (AMA) untuk mengoptimalkan layanan penerbangan perintis dari Bandar Udara Botawa.
Langkah strategis ini dimatangkan dalam pertemuan langsung antara Plt. Kepala Dishubkominfo Kabupaten Waropen, Melky Watopa, SH, dengan Direktur AMA di Jayapura, pada Selasa (9/6).
Pertemuan tersebut fokus membahas kesiapan operasional rute Botawa–Spoiri serta rencana peluncuran penerbangan subsidi rute Botawa–Kirihi.
Distrik Kirihi dan Walani sendiri adalah bagian dari Kabupaten Waropen, yang justru memiliki luas daratan dari 8 distrik lainnya di Negeri Seribu Bakau Waropen.
Melky Watopa menegaskan bahwa perluasan jangkauan transportasi udara ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menyediakan opsi mobilisasi yang aman, cepat, dan ekonomis bagi masyarakat yang selama ini terisolasi dari jalur darat maupun laut.
“Pesawat Pilatus telah disiapkan untuk melayani rute Botawa–Spoiri. Sementara untuk penerbangan subsidi rute Botawa–Kirihi direncanakan mulai beroperasi pada 25 Juni 2026,” ungkap Melky.
Melky menambahkan, kehadiran rute-rute ini diharapkan tidak sekadar menjadi sarana transportasi, melainkan katalisator yang memperlancar distribusi logistik, kebutuhan pokok, serta mempermudah akses warga terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan roda pemerintahan di pusat kabupaten.
Diandalkannya pesawat jenis Pilatus—khususnya varian Pilatus Porter PC-6 yang kerap menjadi tulang punggung penerbangan perintis di Papua—bukan tanpa alasan.
Pesawat buatan Swiss ini memiliki kemampuan Short Take-Off and Landing(STOL), yang membuatnya mampu lepas landas dan mendarat dengan aman di landasan pacu tanah atau rumput yang pendek dan darurat di medan berbukit.
Dengan kepastian operasional armada Pilatus untuk rute Spoiri serta subsidi penerbangan ke Kirihi yang menghitung hari, tantangan geografis di pedalaman Waropen diharapkan dapat segera teratasi.. (*).
Editor : Abdel Gamel Naser