Janji Iman, Karmil Kogoya Anggota DPRK Tolikara Bantu 2.500 Batu Bata, Wujud Kasih untuk Pembangunan

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 08:11 WIB
Anggota DPRK Tolikara Karmil kogoya (kanan) berjabat tangan dengan wakil ketua panitia pembangunan Lekanus Wenda dan ketua Panitia Derwes Yikwa (tengah). (CEPOSONLINE.COM/DISKOMDIGI TOLIKARA)
Anggota DPRK Tolikara Karmil kogoya (kanan) berjabat tangan dengan wakil ketua panitia pembangunan Lekanus Wenda dan ketua Panitia Derwes Yikwa (tengah). (CEPOSONLINE.COM/DISKOMDIGI TOLIKARA)

CEPOSONLIINE.COM, JAYAPURA - Pembangunan Aula dan Kantor Gereja Injili Di Indonesia atau GIDI Klasis Geya Wilayah Toli di Witipur, Distrik Geya, Kabupaten Tolikara, terus bergerak.

Di tengah keterbatasan dan tingginya harga bahan bangunan, semangat membangun rumah pelayanan Tuhan justru semakin kuat. Dukungan demi dukungan terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk dari kader GIDI yang duduk sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Tolikara, Karmil Kogoya.

Sebagai wujud nyata dari komitmen dan janji iman yang pernah disampaikannya, Karmil Kogoya menyerahkan bantuan 2.500 buah batu bata merah untuk mendukung pembangunan Aula dan Kantor GIDI Klasis Geya.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Panitia Pembangunan, Derwes Yikwa, bersama anggota panitia dan pengurus Klasis Geya di Witipur, Jumat, 7 Agustus 2026.

Batu bata tersebut dibeli dari Wamena dengan harga sekitar Rp5.000 per buah, kemudian diangkut menggunakan truk menuju lokasi pembangunan di Kampung Witipur Distrik Geya.

Bagi Karmil Kogoya, bantuan ini bukan sekadar pemberian material bangunan. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan bentuk nyata dari janji iman, kasih, dan tanggung jawab bersama untuk mendukung pekerjaan Tuhan.

Komitmen itu telah disampaikannya dalam pertemuan panitia pembangunan bersama kader GIDI dan para pelayan Tuhan Klasis Geya di Gedung Gereja Nanggulime, Sabtu, 18 Juli 2026 pekan lalu

Dalam pertemuan tersebut, Karmil kogoya menyatakan kesediaannya untuk membantu memenuhi kebutuhan batu bata merah bagi pembangunan gedung Aula dan Kantor Klasis Geya secara bertahap, sesuai dengan berkat yang diterimanya.

"Saya sudah berjanji dalam iman untuk menanggung batu bata merah bagi pembangunan Aula GIDI Klasis Geya. Saya berharap Allah, sumber segala berkat, terus melancarkan berkat-Nya sehingga pembangunan ini dapat segera diselesaikan." Anggota Dewan Karmil kogoya. 

Ketua Panitia Pembangunan Kantor Klasis Geya, Derwes Yikwa, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Karmil Kogoya atas kepedulian dan dukungannya terhadap pembangunan fasilitas pelayanan GIDI Klasis Geya.

Pembangunan Aula, Kantor Klasis, hingga ruang makan direncanakan menggunakan konstruksi beton secara keseluruhan.

Karena itu, kebutuhan material cukup besar. Mulai dari pasir, batu, besi, batu bata merah hingga semen, sebagian besar harus didatangkan dari Wamena.

Kondisi geografis dan biaya transportasi membuat harga bahan bangunan menjadi semakin tinggi. Sementara itu, sumber pembiayaan pembangunan hingga kini masih banyak mengandalkan swadaya jemaat GIDI Klasis Geya serta dukungan berbagai pihak

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Bupati Willem Wandik, S.Sos., juga telah memberikan dukungan sebesar 100 juta rupiah. Bantuan tersebut diserahkan pada saat peletakan batu pertama pembangunan Kantor Klasis Geya.

Dukungan pemerintah, gereja, kader GIDI, para pelayan Tuhan, jemaat, serta seluruh Jemaat menjadi kekuatan penting untuk mewujudkan pembangunan fasilitas pelayanan tersebut.

Di balik setiap batu bata yang diletakkan, tersimpan sebuah harapan besar: agar kelak berdiri sebuah tempat yang bukan hanya menjadi pusat administrasi gereja, tetapi juga menjadi rumah bersama untuk membangun iman, mempererat persaudaraan, membina generasi muda, dan memperkuat pelayanan Tuhan di Klasis Geya.

Ketua Panitia Pembangunan, Derwes Yikwa, mengajak seluruh kader GIDI dan para pelayan Tuhan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bersatu hati dalam mendukung pekerjaan Tuhan.

"Puji syukur kepada Allah, Sang Pencipta alam semesta. Karena pertolongan-Nya, seluruh proses pembangunan ini dapat berjalan dengan baik. Kepada seluruh teman-teman kader GIDI, mari kita bersatu hati dan bersama-sama mendukung pekerjaan Allah." Imbu Ketua Panitia Pembangunan Derwes yikwa. 

Semangat pembangunan Klasis Geya menunjukkan bahwa sebuah pekerjaan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar,Kadang, ia dimulai dari sebuah janji iman. 

Ketika pemerintah membantu, gereja bergerak, jemaat berkorban, dan anak-anak Tuhan bergandengan tangan, maka pembangunan bukan lagi sekadar mendirikan sebuah gedung.

Tetapi sedang dibangun sebuah rumah pelayanan, rumah persaudaraan, dan rumah iman bagi generasi Tolikara di masa depan

Semoga setiap bantuan, tenaga, waktu, dan pengorbanan yang diberikan untuk pembangunan Aula dan Kantor GIDI Klasis Geya menjadi persembahan yang berkenan di hadapan Tuhan.

Sebab ketika pekerjaan dilakukan dengan iman, kasih, dan persatuan, keterbatasan bukan menjadi penghalang, melainkan menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui tangan anak-anak-Nya. (*)

Editor : Weny Firmansyah
tolikara Ceposonline.com gereja