Bupati Tolikara Pastikan Kesiapan BPL GIDI Pusat di Kanggime, Tekankan Semangat Gotong Royong dan Pelayanan Iman

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 08:14 WIB
Bupati Tolikara Willem Wandik meninjau kesiapan lokasi yang akan menjadi pusat pelaksanaan sidang gerejawi tersebut di Klasis Kanggime, Wilayah Toli, Jumat (24/7/2026) (Diskomdigi Tolikara)
Bupati Tolikara Willem Wandik meninjau kesiapan lokasi yang akan menjadi pusat pelaksanaan sidang gerejawi tersebut di Klasis Kanggime, Wilayah Toli, Jumat (24/7/2026) (Diskomdigi Tolikara)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA– Komitmen Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Badan Pekerja Lengkap (BPL) GIDI Pusat terus diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan. 


Pada Jumat, 24 Juli 2026, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos, yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia BPL GIDI Pusat di Kanggime, meninjau secara langsung progres pembangunan serta kesiapan lokasi yang akan menjadi pusat pelaksanaan sidang gerejawi tersebut di Klasis Kanggime, Wilayah Toli.


Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, baik pembangunan sarana fisik maupun kesiapan teknis penyelenggaraan. Bupati didampingi Ketua DPRK Tolikara Meinus W. Yanengga, S.IP, Ketua I  Wes Kogoya, Ketua II Meson Penggu, perwakilan Majelis Rakyat Papua Kabupaten Tolikara, serta Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tolikara Seplin Wenda.


Di lokasi pembangunan, Bupati Tolikara meninjau satu per satu fasilitas yang tengah dikerjakan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan BPL GIDI Pusat. Ia memastikan setiap tahapan pembangunan berlangsung sesuai target, sekaligus mengevaluasi berbagai kebutuhan yang masih harus dipenuhi agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.


Tidak hanya melihat perkembangan fisik bangunan, Bupati juga mendengarkan secara langsung laporan dari anggota panitia mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan material, percepatan pekerjaan, hingga koordinasi teknis antarbidang.


Setiap masukan menjadi bahan evaluasi untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan melalui koordinasi yang lebih efektif antara pemerintah daerah, panitia, gereja, dan masyarakat.


Dalam dialog bersama panitia, Bupati menegaskan bahwa penyelenggaraan BPL GIDI Pusat bukan sekadar agenda organisasi gereja, melainkan momentum penting untuk mempererat persaudaraan, memperkokoh pelayanan, serta memperlihatkan semangat kebersamaan masyarakat Tolikara dalam menyambut tamu-tamu gereja dari berbagai daerah.


Sementara itu, Wakil Ketua Panitia BPL Klasis Kanggime bersama para hamba Tuhan serta Camat Distrik Kanggime, Theo Weya, menyampaikan perkembangan pekerjaan sekaligus sejumlah kebutuhan yang masih memerlukan perhatian bersama.


Mereka berharap sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat terus diperkuat agar seluruh persiapan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyempatkan diri berdialog dengan para pekerja bangunan. Ia memberikan apresiasi atas dedikasi mereka serta mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, dan semangat melayani dengan penuh tanggung jawab.


Menurutnya, setiap fasilitas yang dibangun bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan BPL, tetapi juga akan menjadi aset pelayanan gereja yang memberi manfaat bagi generasi mendatang.


Menutup kunjungannya, Bupati Willem Wandik mengajak seluruh panitia, jajaran pemerintah, para hamba Tuhan, dan seluruh masyarakat untuk terus memelihara semangat gotong royong, saling mendukung, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab. 


Ia optimistis, dengan persatuan dan kebersamaan, seluruh persiapan BPL GIDI Pusat di Kanggime dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pelaksanaannya berlangsung aman, tertib, lancar, dan membawa berkat bagi gereja, masyarakat, serta pembangunan Kabupaten Tolikara.


BPL GIDI Pusat di Kanggime diharapkan tidak hanya menjadi forum pengambilan keputusan strategis bagi gereja, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai persaudaraan, pelayanan, dan persatuan antara pemerintah, gereja, serta seluruh masyarakat dalam membangun Tolikara yang damai, religius, dan sejahtera. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Willem wandik tolikara