Kembali Kepada Kasih Mula – mula Bupati Tolikara Serukan Pelayanan Gereja yang Hadir di Tengah Umat

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 15:49 WIB
Suasana pelantikan pengurus Klasis Konda pada Jumat (17/7/3026). ( Diskomdigi Tolikara/Ceposonline.com)
Suasana pelantikan pengurus Klasis Konda pada Jumat (17/7/3026). ( Diskomdigi Tolikara/Ceposonline.com)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Pelantikan Pengurus Klasis Konda Masa Bakti 2026–2029 menjadi momentum penting untuk memperkuat pelayanan gereja dan persatuan umat di wilayah Klasis Konda.

 

 

Bupati Tolikara Willem Wandik mengajak seluruh pelayan Tuhan untuk kembali kepada kasih mula-mula, dengan menghadirkan pelayanan yang setia, konsisten, dan nyata di tengah kehidupan jemaat.

 

 

Pesan tersebut disampaikan dalam acara pelantikan Pengurus Klasis Konda di Aula GIDI Karubaga, Jumat, 17 Juli 2026.

 

 

Pelayanan gereja bukan hanya tentang jabatan.

Bukan pula sekadar menjalankan program dan kegiatan ibadah.

Lebih dari itu, pelayanan adalah panggilan untuk hadir, mengasihi, membimbing, dan berjalan bersama umat Tuhan dalam setiap keadaan.

Pesan inilah yang disampaikan Bupati Tolikara Willem Wandik dalam pelantikan Pengurus Klasis Konda Masa Bakti 2026–2029.

 

 

Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Klasis Konda terpilih, Pdt. Sem Yikwa, bersama seluruh pengurus yang baru dilantik.

 

 

Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menjadi awal yang kuat untuk membangun pelayanan gereja yang semakin dekat dengan jemaat, semakin solid dalam kebersamaan, dan semakin nyata menghadirkan kasih Kristus di tengah masyarakat.

 

 

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Layanilah 17 jemaat dengan setia. Kita harus kembali kepada tema, yaitu kembali kepada kasih yang mula-mula. Tetap konsisten, tegak lurus dalam pelayanan, menjaga kekompakan dan kebersamaan.”

 

 

Bupati Willem Wandik menegaskan, tema “Kembali kepada Kasih yang Mula-mula” bukan sekadar tema konferensi atau slogan pelayanan.

 

 

Tema tersebut harus menjadi panggilan untuk melakukan introspeksi.

Mengembalikan pelayanan kepada dasar utama iman Kristen, yaitu kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama.

 

 

Menurutnya, ketika kasih mula-mula tetap hidup dalam hati para pelayan Tuhan, maka pelayanan tidak akan berhenti pada mimbar gereja.

 

 

Pelayanan akan hadir dalam kehidupan nyata.

Karena itu, Bupati mengingatkan bahwa seorang gembala harus benar-benar hadir di tengah kehidupan jemaat.

 

 

Bukan hanya ketika umat datang beribadah.

Tetapi juga ketika jemaat sakit, menghadapi persoalan keluarga, melahirkan, menjalani operasi, mengalami kesulitan, bahkan ketika berada dalam pergumulan hidup yang berat.

 

 

“Seorang gembala harus membina dan mengurus umat Tuhan dengan baik. Saat jemaat sakit, akan melahirkan, menjalani operasi, maupun mengalami kesulitan lainnya, gembala harus hadir mendampingi dan mengawal mereka dengan penuh kasih,” Ungkapnya.

 

 

Pesan ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi rumah yang menghadirkan pengharapan.

Gembala bukan hanya berdiri di depan jemaat untuk menyampaikan firman Tuhan.

 

 

Tetapi juga berjalan bersama umat.

Mendengar keluh kesah mereka.

Menguatkan yang lemah.

Mendoakan yang sakit.

Menghibur yang berduka.

Dan menggandeng setiap jemaat untuk tetap berdiri teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

 

 

Pelantikan Pengurus Klasis Konda Masa Bakti 2026–2029 dilaksanakan oleh Ketua GIDI Wilayah Toli, Pdt. Yeremias Wandik, di Aula GIDI Karubaga, Jumat, 17 Juli 2026.

Pdt. Sem Yikwa dipercaya memimpin Klasis Konda untuk masa pelayanan 2026 hingga 2029, bersama jajaran pengurus lainnya.

 

 

Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan di 17 jemaat, membangun komunikasi yang semakin baik, serta menjaga persatuan dan kebersamaan di antara seluruh warga gereja.

Bupati Willem Wandik juga menekankan pentingnya kekompakan dan konsistensi dalam menjalankan amanah pelayanan.

 

 

Sebab, pelayanan yang kuat tidak dibangun oleh satu orang.

Pelayanan yang berdampak lahir dari kebersamaan.

Ketika para pelayan Tuhan berjalan dalam satu hati, satu tujuan, dan satu kasih, maka gereja akan semakin kuat menjadi terang dan berkat bagi masyarakat. (")

Editor : Weny Firmansyah
Willem wandik tolikara