Kabut Asap Kepung Sorong, Kadis Pariwisata Khawatir Soal Kunjungan Wisata

Norma Fauzia Muhammad • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:40 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo, Selasa (20/10/2026).

(CEPOSONLINE.COM/Fauzia)
Kepala Dinas Pariwisata Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo, Selasa (20/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/Fauzia) 

CPEOSONLINE.COM, SORONG – Kabut asap yang semakin pekat di Papua Barat Daya mulai menjadi tantangan bagi sektor pariwisata. 

Mobilitas wisatawan menuju Raja Ampat ikut terdampak akibat gangguan penerbangan di Sorong, meski hingga kini belum ada laporan pembatalan maupun penundaan kunjungan ke destinasi wisata unggulan tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Papua Barat Daya Yusdi Lamatenggo mengatakan, dampak kabut asap lebih terasa pada waktu perjalanan wisatawan, terutama saat memasuki Sorong melalui jalur udara. 

Sejumlah penerbangan harus berputar sebelum mendarat, bahkan ada pesawat yang dialihkan ke bandara lain atau mengalami divert.

“Kalau terganggu dari sisi mobilitas, iya. Karena pada saat mereka masuk dengan pesawat ke Sorong, pesawatnya mutar-mutar, terus ada yang divert ke tempat lain. Akhirnya, dari sisi waktu mengganggu mobilitas wisatawan,” kata Yusdi, Selasa (20/10/2026).

Menurut Yusdi, kabut asap juga berpotensi memengaruhi aktivitas wisata di lapangan. Wisatawan yang telah menjadwalkan perjalanan ke sejumlah destinasi kemungkinan memilih menunda aktivitas sementara waktu hingga kondisi udara membaik.

Namun, Yusdi menegaskan, pihaknya belum menerima laporan adanya pembatalan atau penundaan kunjungan wisatawan secara keseluruhan. 

Karena itu, dampak yang sudah terlihat saat ini masih berkaitan dengan perubahan waktu perjalanan dan aktivitas wisata.

Di tengah kondisi tersebut, Yusdi menyebut kunjungan wisatawan ke Raja Ampat masih relatif stabil. Periode September hingga Mei merupakan musim kunjungan wisatawan ke Raja Ampat, sehingga aktivitas perjalanan mulai kembali ramai pada periode ini.

“Kalau indikatornya dari jumlah orang yang datang ke Raja Ampat, sekarang pesawat sudah mulai penuh lagi dengan wisatawan. Kita berharap tidak ada penundaan,” ujarnya.

Yusdi menjelaskan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Raja Ampat umumnya telah direncanakan jauh-jauh hari melalui paket perjalanan yang dipesan sebelumnya. Paket wisata untuk kunjungan tahun ini bahkan telah dipasarkan sejak tahun lalu, sehingga perjalanan wisatawan tetap diharapkan berlangsung sesuai rencana.

Yusdi mengimbau pengelola wisata, pelaku perjalanan, serta pihak yang beraktivitas di lapangan untuk memperhatikan kesehatan dan mengurangi risiko paparan asap.

“Kita sudah mengimbau beberapa rekan di lapangan, teman-teman pengelola wisata, teman-teman turis, untuk menjaga kesehatan supaya tidak terpapar asap,” katanya.(*)

Editor : Abdel Gamel Naser
kabut asap sorong Ceposonline.com