Datangi MAN Model, Kapolresta Sorong Ajak Siswa Jauhi Narkoba, Miras dan Bullying

Norma Fauzia Muhammad • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 10:37 WIB

Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol. Amry Siahaan, ketika memimpin upacara Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Kota Sorong, Senin (19/10/2026).

(CEPOSONLINE.com/Fauzia)

Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol. Amry Siahaan, ketika memimpin upacara Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Kota Sorong, Senin (19/10/2026). (CEPOSONLINE.com/Fauzia)

 

CEPOSONLINE.COM, SORONG – Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol. Amry Siahaan, S.I.K., M.H., mengajak para siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Kota Sorong menjauhi kenakalan remaja, seperti perundungan (bullying), konsumsi minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba, dan balap liar.

 

Ajakan tersebut disampaikan Kapolresta saat bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada upacara bendera hari Senin di MAN Model Kota Sorong, Senin (19/10/2026).

 

Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol. Amry Siahaan menegaskan bahwa para pelajar harus fokus belajar serta membangun karakter, disiplin, dan tanggung jawab sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

 

“Adik-adik harus fokus belajar, jauhi miras, narkoba, bullying, dan balap liar. Jadilah generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan mampu membawa perubahan positif bagi masa depan,” tegas Amry Siahaan.

 

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung antusias. Para siswa menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai situasi keamanan di Kota Sorong, penanganan konflik sosial, hingga persyaratan untuk menjadi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol).

 

Menanggapi pertanyaan mengenai isu demonstrasi di Kota Sorong, Amry Siahaan menjelaskan bahwa Polri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para kepala suku terus membangun komunikasi serta koordinasi untuk menyikapi berbagai persoalan dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

 

Terkait penanganan konflik akibat pemalangan jalan, Amry Siahaan mengatakan bahwa pendekatan yang mengedepankan kearifan lokal dan komunikasi dengan tokoh adat menjadi bagian penting dalam penyelesaian masalah.

 

Menurutnya, kepolisian harus hadir dengan cepat untuk mengidentifikasi akar persoalan dan mengedepankan dialog agar konflik tidak meluas serta mengganggu kepentingan masyarakat.

 

Kapolres Amry Siahaan juga menjelaskan bahwa kesempatan menjadi Taruna Akpol terbuka bagi putra-putri yang memenuhi persyaratan. Proses seleksi dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, kemampuan jasmani, serta tahapan seleksi dan pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Selain memberikan pembinaan karakter, Kapolres mengingatkan para siswa agar selalu mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas. Ia meminta pelajar menggunakan helm berstandar SNI saat berkendara, mematuhi peraturan lalu lintas, serta menggunakan zebra cross yang tersedia di depan sekolah ketika menyeberang jalan.

 

“Keselamatan adalah yang utama. Gunakan zebra cross saat menyeberang dan selalu patuhi aturan lalu lintas. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui adanya tindak kriminal, segera hubungi Layanan Polisi 110 yang dapat diakses secara gratis,” ujarnya.

 

Kegiatan tersebut merupakan wujud implementasi program Polisi Bersama Masyarakat melalui pendekatan edukatif dan dialog langsung dengan generasi muda.

 

Melalui kegiatan ini, Kapolres berharap para pelajar tidak hanya memahami pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berani menyampaikan persoalan serta menjadi pelopor keselamatan dan kedamaian, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.(*)

Editor : Agung Trihandono
sorong Ceposonline.com