CEPOSONLINE.COM, SORONG — Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Sorong, Ruddy Laku, mengatakan bahwa pihaknya mendukung terhadap penerapan sistem prasmanan dalam program penyaluran makanan bergizi bagi anak-anak sekolah. Menurutnya, sistem ini dinilai lebih efektif dan memiliki sejumlah keunggulan dibanding metode konvensional.
Ruddy menjelaskan bahwa penggunaan sistem prasmanan dapat memangkas waktu penyajian dan mengurangi waktu simpan makanan. Selain itu, metode ini juga dinilai dapat mengantisipasi risiko keracunan makanan serta meminimalisir potensi kesalahan dalam distribusi.
"Kami di Satgas MBG Kota Sorong sangat mendukung. Dengan begitu bisa mengurangi waktu penyajian, dan saya lihat beberapa daerah di Jawa sudah menggunakan itu. Anak-anak tinggal bawa piringnya kemudian langsung dituangkan di piring masing-masing," kata Ruddy ketika ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu (14/10/2026).
Meski mendukung penuh gagasan tersebut, pihak Satgas masih menunggu kesiapan teknis dari pihak (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pihak sekolah untuk mengimplementasikannya. Terkait kesiapan tenaga penyaji, Satgas menegaskan bahwa tugas pembagian makanan seharusnya tidak dibebankan kepada guru.
"Guru kan tugasnya mengajar, bukan sebagai pembagi-bagi makanan. Jangan sampai kita mengurangi waktu mengajar guru atau menambah beban guru yang seharusnya menyiapkan materi dan meningkatkan kompetensi siswanya," tegas Ruddy.
Sementara itu, kata Ruddy bahwa terkait koordinasi teknis pelaksanaan prasmanan dengan pihak pengelola, Satgas Kota Sorong mengaku masih menunggu informasi lanjutan dari pihak terkait, namun memastikan komitmen mereka untuk terus mendukung kelancaran program MBG.
Sebagai langkah antisipasi dari insiden sebelumnya, Satgas terus memperketat pengawasan agar kasus keracunan tidak terulang kembali di Kota Sorong. Terkait status SPPG yang sempat disuspen selama 20 hari akibat evaluasi, Ruddy mengatakan bahwa fasilitas tersebut kini sudah kembali dibuka dengan catatan-catatan perbaikan yang terus dipantau dan diverifikasi oleh tim di lapangan.(*)
Editor : Lucky Ireeuw