Tiga Anggota Kelompok Bersenjata Meninggal dalam Kontak Tembak di Maybrat

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 12:43 WIB
Aparat TNI saat terlibat dalam kontak tembak di Maybrat. (Foto: CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).
Aparat TNI saat terlibat dalam kontak tembak di Maybrat. (Foto: CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Tiga orang yang diduga anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) meninggal dunia setelah terlibat kontak tembak dengan aparat gabungan TNI di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Jumat (9/10/2026). 

 

 

Peristiwa ini terjadi di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, saat personel Denkul 4/Satgas Rajawali V dan Satgas Yonif 9 Marinir melakukan pengamanan wilayah.

 

Aparat keamanan mengonfirmasi satu dari tiga orang yang meninggal adalah Manfret Fatem. Ia dikenal sebagai Komandan Operasi OPM Kodap IV/Sorong Raya. 

 

 

Sementara itu, identitas dua korban lainnya masih dalam proses pemeriksaan oleh aparat. Namun, informasi awal menduga keduanya adalah Yesias Fatem dan Antonius Assem alias Anton Fatem yang memegang posisi komandan batalyon dalam kelompok tersebut.

 

 

Kelompok OPM Kodap IV/Sorong Raya tercatat kerap beraksi di wilayah Papua Barat Daya. Salah satu aksinya terjadi di Kampung Sorry, Maybrat, yang menyebabkan dua prajurit Marinir gugur dan dua pucuk senjata TNI diambil. 

 

 

Laporan sementara memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dari pihak TNI dalam kontak tembak terbaru di Distrik Aifat Timur ini.

 

 

Dari lokasi kejadian, aparat menyita sejumlah barang bukti. Barang-barang tersebut mencakup satu pucuk senjata api jenis AK 101, 30 butir amunisi kaliber 5,56 mm, amunisi kaliber 9 mm, dua unit telepon seluler, atribut OPM, bendera Bintang Kejora, serta sebuah dokumen.

 

 

Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menegaskan bahwa penanganan di lapangan dilakukan sesuai aturan hukum dan mengutamakan keselamatan warga. 

 

 

"Setiap ancaman terhadap keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas, profesional, dan terukur. Namun tujuan utama pelaksanaan tugas bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, melainkan memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman, tanpa rasa takut, serta memperoleh pelayanan dan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik," ujar Brigjen TNI Riyanto dalam keterangan resminya, Jumat siang.

 

 

Saat ini aparat gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memantau situasi dan mencegah gangguan susulan. TNI menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat. 

 

 

Informasi lanjutan mengenai identitas pasti para korban serta kondisi keamanan wilayah akan diperbarui setelah seluruh proses verifikasi lapangan selesai. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Organisasi Papua Merdeka (OPM) Ceposonline.com maybrat TNI