CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Persaingan Pegadaian Championship 2026/2027 (Liga 2) semakin menarik setelah pekan kesembilan sekaligus penutup putaran pertama berakhir.
Peta kekuatan di Grup A dan Grup B mulai terlihat, dengan sejumlah klub mampu menjaga posisi di papan atas, sementara beberapa tim justru masih berkutat di papan bawah.
PSPS Pekanbaru dan Kendal Tornado FC menjadi dua tim yang menutup putaran pertama sebagai pemuncak klasemen masing-masing grup.
Sebaliknya, Persis Solo, Persiba Balikpapan, PSBS Biak, dan Persiku Kudus masih menghadapi pekerjaan berat setelah menjalani sembilan pertandingan dengan hasil yang belum memuaskan.
Di Grup A, PSPS Pekanbaru memimpin dengan 22 poin, hanya terpaut dua angka dari PSMS Medan. Sementara itu, Kendal Tornado FC menguasai Grup B dengan 18 poin, diikuti Barito Putera yang membayangi dengan 17 poin
PSPS Pekanbaru menutup putaran pertama dengan catatan tujuh kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Kemenangan 2-1 atas PSGC Ciamis pada Minggu (8/11/2026) membuat mereka semakin kokoh di puncak klasemen dengan 22 poin.
PSMS Medan membayangi di posisi kedua dengan 20 poin. Ayam Kinantan juga menunjukkan produktivitas tinggi dengan torehan 24 gol dan baru kebobolan tujuh kali. Catatan tersebut menjadikan PSMS sebagai tim paling produktif sekaligus salah satu yang memiliki pertahanan terbaik di Grup A.
Di grup B, Kendal Tornado FC menjadi tim yang tampil konsisten di Grup B. Meski terkena pengurangan satu poin, mereka mampu mengumpulkan 18 poin dari sembilan pertandingan tanpa sekali pun menelan kekalahan.
Kemenangan 4-1 atas Persela Lamongan Minggu (8/11/2026) pada pekan kesembilan semakin memperkuat posisi Laskar Badai Pantura di puncak klasemen.
Kendal mencatatkan lima kemenangan dan empat hasil imbang, dengan 20 gol memasukkan serta hanya lima kali kebobolan.
Barito Putera berada di peringkat kedua dengan 17 poin setelah bermain imbang 1-1 melawan RANS Nusantara FC. RANS sendiri menempati posisi ketiga dengan 16 poin, sama seperti Persela Lamongan yang berada di peringkat keempat setelah terkena pengurangan satu poin.
Deltras FC membayangi di posisi kelima dengan 15 poin. Sementara itu, Persipura Jayapura menempati peringkat keenam dengan 13 poin setelah pengurangan satu poin.
Persipura masih memiliki catatan produktivitas gol yang cukup tinggi. Mereka telah mencetak 21 gol dari sembilan pertandingan, tetapi juga sudah kebobolan 14 kali.
Salah satu hal yang menjadi sorotan di Grup B adalah posisi Persis Solo. Klub yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia itu justru masih tertahan di peringkat kedelapan dengan tujuh poin.
Kekalahan 1-2 dari Persiba Balikpapan pada pekan kesembilan membuat Persis belum mampu memperbaiki posisinya. Dari sembilan pertandingan, Laskar Sambernyawa baru mencatatkan satu kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan.
Persiba Balikpapan juga belum mampu keluar dari tekanan. Meski berhasil mengalahkan Persis, Beruang Madu masih berada di peringkat kesembilan dengan dua poin setelah terkena pengurangan empat poin. Mereka telah menelan tujuh kekalahan dari sembilan pertandingan.
Situasi paling sulit dialami tim asal Papua, PSBS Biak. Badai Pasifik belum memperoleh satu pun poin setelah selalu kalah dalam sembilan pertandingan. Mereka juga sudah kebobolan 45 gol dan baru mencetak tiga gol. Setelah pengurangan empat poin, PSBS berada di dasar klasemen dengan minus empat poin. (*)