CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Papua bergerak cepat menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
AFP mulai pembentukan tim futsal putra dan putri Papua melalui penjaringan atlet lewat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) cabang futsal pada 14–17 Oktober 2026.
Ketua AFP Papua, Daud Arim, menjelaskan kejuaraan ini menjadi wadah utama seleksi pemain potensial yang akan memperkuat kontingen Papua pada ajang Pra-PON mendatang.
“AFP Papua mulai melakukan seleksi pemain putra dan putri dengan menyelenggarakan Porprov khusus cabang futsal pada 14 hingga 17 Oktober,” ungkap Daud Arim kepada Ceposonline.com Jumat (4/9/2026).
Dalam seleksi atau Porprov kali ini, AFP Papua menerapkan ketetapan usia resmi yang merujuk pada regulasi KONI Pusat dan Federasi Futsal Indonesia (FFI).
Untuk kategori putra, kuota diisi oleh pemain kelahiran mulai 1 Januari 2009. Sementara kategori putri diperuntukkan bagi pemain kelahiran mulai 1 Januari 2005. Setiap tim juga diperbolehkan menyertakan tiga pemain senior.
Demi menjaring bakat terbaik dari seluruh pelosok daerah, Daud mendorong seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua mengirimkan perwakilannya, bahkan memperbolehkan pengiriman lebih dari satu tim per daerah.
“Ini merupakan ajang seleksi. Kami berharap setiap kabupaten/kota bisa mengirimkan tim lebih dari satu agar kita bisa mendapatkan pemain yang berkualitas baik,” ujarnya.
Selain berfungsi sebagai ajang pemantauan bakat untuk tim Pra-PON, ajang Porprov futsal ini juga dipastikan berlangsung sengit karena memperebutkan Piala Gubernur Provinsi Papua tahun 2026. (*)