Dikutip dari radarkudus.jawapos.com, skuad Macan Muria-julkan Persiku Kudus diprediksi tampil lebih lepas karena sudah memastikan bertahan di Championship musim depan. Artinya menang bertahan di Liga 2, kalah pun tetap bertahan di Liga 2.
Sementara laga tersebut bagi tuan rumah PSS Sleman sangatlah penting, sebab jika Persiku mengalami kekalahan, sudah pasti PSS Sleman akan menggeser posisi Persipura yang sudah nangkring di puncak klasemen Liga 2 wilayah 2 atau Timur sejak Sabtu (18/4/2026).
Sementara bagi para pendukung Persipura, Persiku Kudus harus bisa mengalahkan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo. Untuk itu malam ini dipastikan suporter Persipura berada "dalam satu barisan" Persiku Kudus untuk mengalahkan tim berjuluk Super Elang Jawa itu.
Meski berat menang di markas PSS Sleman namun bukan tidak mungkin Persiku yang bermain tanpa beban bisa membalikkan keadaan dan "menguntungkan" Persipura.
Di sisi lain, motivasi individu anak-anak Persiku tetap tinggi, terutama bagi striker Igor Costa yang sedang memburu gelar top skor.
Hingga kini ia telah mencetak 21 gol, terpaut empat gol dari pemuncak daftar sementara, Aldison. Dengan sisa tiga pertandingan, peluang mengejar masih terbuka lebar.
Rekor pertemuan sebelumnya belum berpihak kepada Persiku. Pada putaran pertama di Maguwoharjo, Persiku kalah 1-2. Saat giliran menjamu di Wergu Wetan, Persiku kembali tumbang 1-3.
Pertanyaan pun muncul, apakah tren negatif tersebut akan kembali terulang? Pelatih Persiku, Bambang Pujo Sumantri, menegaskan timnya tetap akan tampil maksimal meski posisi sudah aman.
Ia menilai laga ini tetap penting untuk menjaga performa tim. Persiku juga harus mewaspadai ketajaman striker PSS Sleman, Gustavo Tocantins, yang dikenal memiliki akurasi umpan serta kemampuan membuka ruang di lini pertahanan lawan. (*)
Editor : Weny Firmansyah