Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Erling Haaland Ungkap Piala Dunia 2026 Ubah Hidupnya, Norwegia Siap Jadi Kekuatan Baru

Weny Firmansyah • Senin, 13 Juli 2026 | 05:08 WIB
Ilustrasi Erling Halaand dan Timnas Norwegia. (AI)
Ilustrasi Erling Halaand dan Timnas Norwegia. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026 memang berakhir di babak perempat final.


Namun, bagi Erling Haaland, turnamen terbesar di dunia itu meninggalkan warisan yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil pertandingan.


Penyerang Manchester City tersebut mengaku Piala Dunia 2026 telah mengubah dirinya, sekaligus mengangkat pamor sepak bola Norwegia ke panggung dunia.

 Meski kalah dramatis 1-2 dari Inggris lewat babak perpanjangan waktu, Haaland tetap pulang dengan rasa bangga atas pencapaian timnya.


Haaland menjadi salah satu bintang paling bersinar sepanjang turnamen dengan torehan tujuh gol.


Ketajamannya membantu Norwegia menyingkirkan Brasil di babak 16 besar dan mencatat sejarah dengan melaju hingga perempat final.

Namun, langkah mereka akhirnya dihentikan Inggris. Dua gol Jude Bellingham membalikkan keadaan sekaligus memastikan The Three Lions melaju ke semifinal.


"Semuanya terasa tidak nyata. Saya rasa pengalaman ini telah mengubah saya sebagai pribadi.


Sulit menggambarkan apa yang saya rasakan saat ini, tetapi bisa bermain di Piala Dunia adalah sesuatu yang sangat istimewa," kata Haaland seusai pertandingan.


Menurutnya, keberhasilan Norwegia tampil kompetitif di Piala Dunia telah membawa perubahan besar terhadap citra negaranya di kancah sepak bola internasional.

"Saya sangat bangga. Kami menunjukkan kepada dunia bahwa Norwegia mampu bersaing di level tertinggi. Persatuan, semangat, dan dukungan dari masyarakat menjadi sesuatu yang luar biasa," ujarnya.


Inggris Berhasil Mematikan Ancaman Haaland

Lini belakang Inggris sukses melakukan hal yang gagal dilakukan lawan-lawan sebelumnya, yakni membatasi ruang gerak Haaland.

Marc Guehi dan John Stones, yang sama-sama mengenal karakter permainan Haaland di Manchester City, tampil disiplin sepanjang pertandingan.

Keduanya mampu menutup ruang sehingga penyerang berusia 25 tahun itu hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran. 

Selama 105 menit berada di lapangan, Haaland membukukan tujuh operan sukses dari sembilan percobaan serta menempuh jarak 8,9 kilometer sebelum ditarik keluar pada babak perpanjangan waktu.


Statistik tersebut jauh lebih rendah dibandingkan saat menghadapi Brasil di babak 16 besar.


Ketika itu, Haaland melepaskan empat tembakan, mencatat 11 operan akurat, serta berlari sejauh 10,1 kilometer.


Dua sundulan menjadi peluang terbaiknya saat melawan Inggris. Satu berhasil diamankan Jordan Pickford, sedangkan satu lainnya melenceng tipis dari gawang.


Haaland: Norwegia Harus Menjaga Standar

Meski tersingkir, Haaland menegaskan perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026 bukanlah akhir dari cerita.


Ia optimistis generasi emas Norwegia mampu terus berkembang dan menjadi kekuatan baru di sepak bola Eropa maupun dunia.

"Kami berhasil mengalahkan Brasil dan membuat Inggris bekerja sangat keras untuk mengalahkan kami. Mungkin hasilnya bisa saja berbeda.


Kami masih memiliki Piala Dunia dan Euro berikutnya. Generasi ini sangat luar biasa, dan sekarang saatnya kami mengukuhkan diri sebagai tim yang mampu bersaing di level tertinggi," tegas Haaland.


Haaland juga mengaku memiliki ikatan emosional dengan Inggris karena tumbuh besar di negara tersebut.

Namun, ia enggan secara terbuka mendukung salah satu tim yang masih bertahan di turnamen karena juga memiliki banyak rekan setim dari Prancis dan Spanyol.


Bagi Haaland, pencapaian Norwegia di Piala Dunia 2026 menjadi fondasi penting untuk membangun masa depan sepak bola negaranya.


Target berikutnya adalah mempertahankan standar tinggi yang telah mereka tunjukkan di turnamen ini.(*)

Editor : Weny Firmansyah
#norwegia #piala dunia 2026