CEPOSONLINE.COM, SARMI— Keluhan terhadap proses belajar mengajar di SD YPK Imanuel Keder, Kampung Keder, Kabupaten Sarmi, disampaikan sejumlah orang tua murid.
Mereka meminta perhatian serius pemerintah daerah, DPRK Sarmi dan Dinas Pendidikan terhadap kondisi pendidikan anak-anak di sekolah tersebut.
Keluhan itu disampaikan melalui akun Facebook Mertaka Angkwan. Dalam unggahannya, orang tua murid mempertanyakan aktivitas pembelajaran yang dinilai belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.
“Kenapa sampai jam 9 belum dapat pelajaran? Kenapa hari-hari datang di sekolah hanya main saja?” demikian keluhan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Orang tua murid juga mempertanyakan keberadaan tenaga guru di sekolah tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya dan memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik.
“Kami orang tua murid SD tersebut minta tolong kepada Bupati, Wakil Bupati, DPRK dan Dinas Pendidikan untuk perhatikan hal ini,” tulis Mertaka Angkwam dalam unggahannya.
Menurutnya, persoalan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta adanya tindak lanjut nyata dari pemerintah sehingga anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan dan proses belajar mengajar dapat berjalan secara rutin.
Bahkan, dalam unggahannya, orang tua murid menyampaikan rencana untuk mendatangi pemerintah bersama anak-anak sekolah apabila keluhan tersebut tidak mendapat tindak lanjut. “Kalau tidak, kami orang tua murid akan datang jalan bersama anak sekolah untuk tanya pemerintah,” tulisnya.
SD YPK Imanuel Keder sendiri tercatat secara resmi sebagai satuan pendidikan swasta dengan NPSN 60302041 dan beralamat di Keder, Timron, Kabupaten uSarmi. Data pemerintah juga mencatat sekolah tersebut berada di wilayah Distrik Pantai Timur Bagian Barat.
Keluhan orang tua murid ini diharapkan menjadi perhatian pihak terkait untuk melakukan pengecekan langsung ke sekolah, sekaligus mendengar penjelasan dari pihak sekolah dan tenaga pendidik mengenai kondisi kegiatan belajar mengajar yang sebenarnya.(*)
Editor : Abdel Gamel Naser