CEPOSONLINE.COM, BIAK-Ribuan warga memadati kawasan Jalan Imam Bonjol, Kabupaten Biak Numfor, Papua, untuk menikmati pesta kuliner lokal yang menjadi salah satu rangkaian Festival Budaya Biak Melanesia 2026, Minggu (18/10/2026).
Beragam makanan tradisional khas Biak dan Papua disajikan secara langsung kepada masyarakat. Mulai dari ikan bakar, jagung rebus, ubi bakar, aneka olahan sagu, menu barapen, hingga buah pinang, es buah dan es kelapa turut meramaikan pesta kuliner tersebut.
Berbagai menu tersebut disajikan melalui gerobak-gerobak makanan yang ditempatkan di sepanjang lokasi kegiatan.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Warga berhamburan memenuhi gerobak-gerobak makanan dan rela mengantre untuk mendapatkan sajian tradisional. Sejumlah titik pembagian makanan bahkan dipadati pengunjung yang mencari menu yang masih tersedia.
Pesta kuliner ini turut dihadiri Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra bersama Wakil Bupati Jimmy Kapisa, Ketua DPRK Biak Numfor beserta sejumlah anggota dewan, serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
Salah satu daya tarik pesta kuliner adalah beragam olahan sagu yang disajikan dengan cara tradisional, mulai dari dibakar, direbus hingga diolah menjadi makanan lainnya.
Sagu merupakan salah satu sumber pangan utama masyarakat Papua yang tetap dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain sagu, menu barapen juga menjadi bagian dari sajian tradisional. Teknik memasak menggunakan batu panas ini merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Papua yang erat kaitannya dengan tradisi kebersamaan dan kegiatan adat.
Penyelenggaraan pesta kuliner tersebut juga menjadi bagian dari semangat Munara Fan Nanggi, tradisi masyarakat Biak dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil pertanian, perikanan dan berbagai berkat alam yang diterima.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak sekadar menikmati makanan bersama, tetapi juga diperkenalkan kembali pada kekayaan pangan lokal yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Biak dan Papua secara umum,” ungkap Bupati Markus Mansnembra.
Kehadiran wisatawan mancanegara dan para tamu dari berbagai daerah turut membuka kesempatan untuk memperkenalkan kuliner tradisional Biak sebagai salah satu potensi wisata yang dapat terus dikembangkan, terutama melalui penyelenggaraan festival budaya.
Pesta kuliner lokal ini pun menjadi salah satu agenda yang paling ramai dikunjungi masyarakat dalam Festival Budaya Biak Melanesia 2026, di hari kedua penyelenggaraan kegiatan.
Ribuan warga berkumpul menikmati sajian hasil laut dan hasil kebun, sekaligus merayakan kebersamaan dalam suasana penuh keakraban di sepanjang Jalan Imam Bonjol. (*)
Editor : Elfira Halifa