Dikepung Asap Tebal Selama Sepekan, Pasien di RSUD Ilaga Terpaksa Diungsikan  ke Puskesmas

Karolus Daot • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:46 WIB

Personel Polres Puncak saat memadamkan kobaran api kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Puncak, Senin (24/8/2026) (CEPOSONLINE.COM/POLRES PUNCAK)
Personel Polres Puncak saat memadamkan kobaran api kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Puncak, Senin (24/8/2026) (CEPOSONLINE.COM/POLRES PUNCAK)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat yang melanda daerah tersebut.

 Dampak dari pekatnya kepulan asap bahkan membuat aktivitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ilaga terganggu, hingga para pasien harus dievakuasi secara darurat ke Puskesmas Ilaga pada Sabtu (22/8/2026).

​Pekatnya asap yang merambat hingga masuk ke dalam ruang-ruang perawatan memaksa petugas mengambil tindakan cepat demi menyelamatkan kondisi kesehatan para pasien.

 Beruntung, usai penanganan darurat, para pasien berhasil dikembalikan ke RSUD Ilaga pada Senin (24/8/2026).

Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F. Ximenes, mengonfirmasi bahwa kobaran api dan asap pekat sudah menyelimuti sebagian besar wilayah Puncak sejak satu minggu lalu. Namun, puncaknya terjadi pada akhir pekan kemarin.

"Kalau kebakaran sudah hampir satu minggu. Namun, kebakaran lahan yang paling besar terjadi pada Jumat dan Sabtu lalu," ujar AKBP Domingos saat dikonfirmasi via pesan Whatsapp, Senin (24/8/2026).

Ia menjelaskan, titik api menyebar hampir merata di berbagai pelosok wilayah Puncak. Kepulan asap yang memuncak pada Jumat dan Sabtu kemarin langsung berdampak pada operasional RSUD Ilaga.

"Karena kepulan asap pada Jumat dan Sabtu cukup besar, pasien di RSUD Ilaga harus dievakuasi ke Puskesmas Ilaga pada Sabtu sore. Hari Senin ini para pasien sudah dikembalikan ke RSUD lagi," tambahnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dan dinas terkait belum merilis data pasti mengenai jumlah pasien yang sempat dievakuasi. Pasalnya, tim gabungan di lapangan masih memprioritaskan upaya pemadaman dan lokalisasi titik api.

"Jumlah pasti pasien yang dievakuasi belum kami monitor secara penuh, karena saat ini seluruh personel fokus memadamkan api," jelas Kapolres.

Meski intensitas kebakaran dilaporkan mulai mereda pada Senin (24/8/2026), aparat keamanan bersama instansi terkait tidak mengendurkan kesiapsiagaan. 

Proses penyiraman dan pembasahan skala besar terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

​"Hari ini situasi api sudah mulai mereda, tetapi kami tetap melakukan penyiraman dan pembasahan hingga api benar-benar padam total," tegasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
kebakaran Papua Tengah Ceposonline.com Puncak