CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Komisi Disiplin PSSI telah menggelar sidang dan mengeluarkan sanksi bagi tim Persipura Jayapura.
Hal ini lantaran insiden yang terjadi dalam pertandingan Persipura Jayapura kontra Deltras FC dalam lanjutan Liga 2 2024/2025 di Stadion Mandala Jayapura pada 20 Desember 2024 lalu.
Saat itu terjadi dua insiden berbeda, di mana para suporter Persipura tidak begitu puas dengan kepemimpinan wasit Ridwan Pahala yang memimpin laga.
Buntutnya terjadi pelemparan botol air mineral, serta pelemparan kursi ke dalam lapangan.
Saat itu, Persipura ditahan imbang 1-1 oleh Deltras FC.
Insiden kedua, salah satu panitia pelaksana pertandingan Persipura Jayapura, Henock Sumbari melakukan memukul terhadap perangkat pertandingan atau wasit cadangan Abdul Aziz dan menyebabkan perangkat pertandingan tersebut terjatuh.
Sesuai hasil sidang Komdis PSSI pada 29 Desember lalu menjatuhkan sanksi kepada panitia pelaksana pertandingan Persipura dengan larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak 2 pertandingan saat menjadi tuan rumah, serta denda Rp 10 juta.
Panpel Persipura dinilai gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan yang menyebabkan terganggunya keamanan dan kenyamanan perangkat pertandingan, yang mengakibatkan terjadinya pemukulan kepada perangkat pertandingan serta terjadi pelemparan botol air mineral dan pelemparan kursi yang menyebabkan korban luka.
Sementara Henock Sumbari yang melakukan pemukulan terhadap perangkat pertandingan mendapatkan sanksi skors larangan berpartisipasi dalam pertandingan selama 12 bulan dan denda Rp 25 juta.
Juru taktik Persipura, Ricardo Salampessy sangat menyayangkan sanksi tersebut. Menurutnya, bermain tanpa pendukung setia mereka menjadi kerugian besar.
“Kerugian bagi tim, karena harus bertanding tanpa dukungan pendukung setia,” ungkap Ricardo kepada Cenderawasih Pos, Minggu (5/1/2024).
Pelatih yang akrab disapa Erik itu berharap kejadian serupa tidak lagi terulang. Mengingat dukungan suporter dinilai sangat penting dalam membakar semangat para pemainnya.
“Ini menjadi pelajaran agar kita lebih bijaksana lagi dalam merespon situasi di lapangan agar tidak terjadi lagi hal yang sama, karena menjadi kerugian bagi tim dan pendukung juga,” pungkasnya. (*)
Editor : Gratianus Silas