CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Program beasiswa Siswa Unggul Papua (SUP) mengirimkan putra-putri Papua menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dunia. Tahun 2026, sebanyak 117 mahasiswa Papua tercatat masih menjalani pendidikan di luar negeri.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Papua tahun 2026, ratusan mahasiswa tersebut tersebar di 58 universitas pada sembilan negara.
Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah perguruan tinggi tujuan terbanyak, yakni 23 universitas. Selanjutnya Australia 11 universitas, Rusia 11 universitas, Selandia Baru lima universitas, Jepang dua universitas, Jerman dua universitas, serta masing-masing satu universitas di China, Kanada dan Singapura.
Kassubag Keuangan dan Perlengkapan Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Josy A. Salakory mengatakan, pengelolaan pembayaran beasiswa SUP telah ditangani Dinas Pendidikan sejak 2024 setelah adanya pelimpahan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari BPSDM.
“Sejak tahun 2024, Dinas Pendidikan melakukan pembayaran beasiswa biaya tunggakan bulan Juli hingga Desember 2023 dan pembayaran tagihan tahun 2024 dilakukan per tahun sesuai tahun berjalan sampai 2026 sekarang,” kata Josy kepada Cenderawasih Pos, Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, jumlah mahasiswa yang pembiayaan beasiswanya ditangani Dinas Pendidikan terus mengalami penurunan seiring banyaknya penerima yang menyelesaikan pendidikan.
Tahun 2024, terdapat 1.421 mahasiswa yang menerima pembayaran melalui Dinas Pendidikan. Jumlah itu terdiri dari 1.161 mahasiswa dalam negeri dan 260 mahasiswa luar negeri.
Kemudian pada 2025, jumlahnya turun menjadi 1.063 mahasiswa, dengan rincian 868 mahasiswa dalam negeri dan 195 mahasiswa luar negeri.
Sementara tahun 2026, jumlah mahasiswa yang masih ditangani sebanyak 607 orang. Dari jumlah tersebut, 490 mahasiswa menempuh pendidikan di dalam negeri dan 117 mahasiswa di luar negeri.
Josy menjelaskan, pembiayaan program beasiswa tersebut bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus), dana transfer dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua, serta dukungan dari Provinsi Papua Daerah Otonom Baru (DOB).
“Dana ini ditransfer ke Badan Keuangan Provinsi Papua dan diproses pembayaran melalui Dinas Pendidikan terhadap mahasiswa yang menempuh pendidikan,” jelasnya.
Ia mengatakan, beasiswa SUP tidak hanya mencakup biaya pendidikan, tetapi juga biaya hidup mahasiswa. Untuk biaya pendidikan, pembayaran dilakukan berdasarkan tagihan atau invoice yang disampaikan perguruan tinggi kepada Dinas Pendidikan.
Invoice tersebut juga dapat disampaikan langsung oleh mahasiswa melalui surat elektronik.
Sementara untuk biaya hidup, dana ditransfer langsung ke rekening masing-masing mahasiswa dengan mempertimbangkan keaktifan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan.
Selain memastikan pembiayaan pendidikan, pemerintah juga berharap para penerima beasiswa dapat memberikan kontribusi setelah menyelesaikan studi.
Josy menyebutkan, penerima beasiswa yang dibiayai menggunakan dana Otsus memiliki peluang untuk kembali berkontribusi di dalam negeri, termasuk melalui jalur aparatur sipil negara (ASN).
“Lowongan kerja ASN ada peluang bagi mereka yang kuliah di dalam negeri. Bahkan dimungkinkan ada beberapa lulusan dari program beasiswa SUP sudah diterima di ASN,” katanya.
Sementara bagi lulusan yang menempuh pendidikan di luar negeri, peluang kerja dinilai lebih banyak terbuka di sektor swasta dan perusahaan.
“Namun untuk kuliah di luar negeri mereka bekerja lebih ke swasta perusahaan,” pungkasnya. (*)
Editor : AdminDua