Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Lowongan Kerja Kementerian Buka 3.000 Guru dan 5.000 Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat 2026

Weny Firmansyah • Kamis, 28 Mei 2026 | 10:04 WIB
Ilustrasi suasana belajar-mengajar.(CANVA)
Ilustrasi suasana belajar-mengajar.(CANVA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Guru Sekolah Rakyat merupakan pendidik yang mengajar dalam program bantuan untuk anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi sangat rendah. 

Proses Seleksi Guru Sekolah Rakyat dilakukan melalui seleksi yang ketat, meliputi PPG Prajabatan dan ujian bahasa Inggris. 

Para tenaga pengajar terpilih diwajibkan untuk tinggal di asrama dan bersedia ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa proses pemetaan kebutuhan sumber daya manusia sudah dimulai, seiring dengan peningkatan akses fasilitas sekolah di berbagai lokasi. 

"Pastinya akan ada penambahan guru, namun juga melanjutkan yang sudah ada. Tahun ini, insya Allah, kita akan merekrut lebih dari 3.000 guru dan 5.000 tenaga pendidik," ungkap pria yang biasa dipanggil Gus Ipul pada Selasa, 26 Mei 2026. 

Pemerintah melalui Kementerian Sosial kini tengah bersiap untuk melakukan perekrutan Seleksi Sekolah Rakyat secara besar-besaran guna pemenuhan tenaga kerja dalam program Sekolah Rakyat. 

Kemensos memastikan bahwa pemerintah siap membuka peluang Pendaftaran Guru Sekolah Rakyat 2026 untuk lebih dari 3.000 posisi guru dan 5.000 tenaga pendidik baru. 

Tindakan besar ini diambil untuk memenuhi kebutuhan operasional pengajaran di 93 lokasi Sekolah Rakyat permanen yang ditargetkan selesai pada bulan Juni ini. 

Gus Ipul menjelaskan bahwa penambahan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam jumlah besar ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan peningkatan jumlah siswa baru yang terdaftar di Sekolah Rakyat yang mengalami lonjakan signifikan tahun ini.

Sesuai dengan data target tahunan, Kemensos menyediakan kuota rekrutmen siswa baru untuk lebih dari 32.000 anak dari keluarga yang kurang mampu.

Angka ini mengalami peningkatan hingga dua kali lipat bila dibandingkan dengan hasil kuota pada tahun sebelumnya. 

Pemerintah juga telah menyiapkan rencana jangka panjang yang jauh lebih ambisius untuk tahun berikutnya, guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu di tingkat lokal. 

"Kita berencana untuk merekrut lebih dari 32.000 siswa pada tahun ini, jadi dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Insya Allah, di tahun depan, target kita adalah lebih dari 60.000 siswa," ujarnya. 

Dengan adanya kebijakan perluasan kuota ini, Menteri Sosial memperkirakan jumlah total siswa aktif yang belajar di Sekolah Rakyat secara nasional akan melampaui angka 100.000 siswa pada tahun mendatang. 

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program yang menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memutus siklus kemiskinan. 

Tujuan utamanya adalah memberikan akses pendidikan gratis dengan fasilitas asrama bagi anak-anak dari keluarga dengan taraf hidup terendah (Desil 1-4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). 

Program Seleksi Sekolah Rakyat ini mengusung pendekatan pengentasan kemiskinan yang menyeluruh.  Selanjutnya, operasional sekolah akan dikaitkan dengan berbagai layanan unggulan pemerintah lainnya, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, serta koneksi dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah. 

Upaya untuk merekrut ribuan guru ini dilaksanakan bersamaan dengan target pembangunan 101 Sekolah Rakyat permanen pada tahun ini, sebagai bagian dari tujuan besar untuk membangun 500 sekolah permanen hingga tahun 2029.

Sistem Perekrutan dan Status Proses Seleksi: 
Rekrutmen dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian seperti Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. 

Tes Seleksi Guru Sekolah Rakyat meliputi seleksi berkas, psikologi, dan kemampuan Bahasa Inggris.

Status Pegawai: Guru direkrut melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun kontrak kerja individu untuk bertugas di ratusan titik lokasi Sekolah Rakyat di seluruh Tanah Air.

Persyaratan Guru Sekolah Rakyat

Untuk memastikan kualitas pengajaran yang merata di daerah tertinggal, terdapat beberapa syarat utama:

Merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan.

Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00.

Memiliki kemampuan aktif berbahasa Inggris.

Wajib bersedia tinggal di lingkungan sekolah berasrama.

Memiliki komitmen pengabdian yang tinggi untuk mendidik anak-anak dari keluarga prasejahtera. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#Ceposonline.com #guru #Sekolah Rakyat #pendidikan