Fantastis! Rp.200 Miliar Digelontorkan untuk Satu SMA Unggul Garuda

Yohanes Palen • Dipublikasikan Kamis, 19 Februari 2026 | 08:45 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah siswa kelas XII mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA 70 Jakarta, Senin (03/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
ILUSTRASI. Sejumlah siswa kelas XII mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA 70 Jakarta, Senin (03/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) mengalokasikan anggaran sekitar Rp.200 miliar untuk pembangunan satu SMA Unggul Garuda Baru.

Sementara itu anggaran yang sangat fantastis tersebut difokuskan pada pembangunan fisik sekolah sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan menengah berkualitas dan berdaya saing global.

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendikti Saintek, Ardi Findyartini, mengatakan, besaran anggaran pembangunan setiap sekolah dapat berbeda-beda, menyesuaikan kondisi dan karakteristik masing-masing wilayah.

“Biaya pembangunan per sekolah sebetulnya bervariasi karena masing-masing lokasi memiliki faktor tertentu, seperti demografi dan lain sebagainya, sehingga kisarannya sekitar Rp.200 miliar untuk pembangunannya saja,” ujar Ardi dalam agenda seleksi SMA Unggul Sekolah Garuda Baru di Kantor Kemendikti Saintek, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026) seperti dikutib dari Jawapos.com.

Ia menegaskan, angka tersebut belum termasuk biaya operasional seperti pengadaan fasilitas pembelajaran, gaji guru, dan tenaga kependidikan.

Untuk menjamin keberlanjutan program, pemerintah telah menyiapkan skema Dana Abadi di luar anggaran pembangunan fisik.

“Sudah diperhitungkan hingga tahun 2029, bahkan kami juga memikirkan keberlanjutan setelah itu melalui skema Dana Abadi,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menekankan bahwa ketersediaan tenaga pendidik berkualitas menjadi faktor kunci keberhasilan program Sekolah Garuda.

Menurut Stella, pemerintah membuka rekrutmen untuk empat Sekolah Garuda baru yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026–2027.

Total dibutuhkan 96 guru serta 20 posisi pimpinan sekolah yang terdiri atas kepala sekolah dan wakil kepala sekolah.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) di sscasn.bkn.go.id.

Adapun batas akhir pendaftaran untuk guru adalah 16 Februari 2025, sedangkan untuk kepala sekolah dan wakil kepala sekolah ditutup pada 15 Februari 2025.

“Tahun ini, empat Sekolah Garuda baru akan dibuka untuk tahun ajaran 2026–2027. Kita membutuhkan 96 guru serta 20 posisi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah,”ujar Stella.

Ia menegaskan, seleksi ini diperuntukkan khusus bagi guru-guru berprestasi dari seluruh Indonesia.

Menurutnya, kualitas tenaga pendidik dan pimpinan sekolah akan sangat menentukan mutu pendidikan yang diterima siswa.

“Kami memanggil guru-guru berprestasi untuk mendaftar sebagai guru, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah. Waktu pendaftaran tinggal sebentar lagi,”tutup Stella. (*).

 

Editor : Yohanes Palen
Kemendikti Saintek Ceposonline.com SMA Unggul Garuda