Koops TNI Habema Sita Senjata Caracal yang Dirampas OPM di Maybrat

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:32 WIB
Tim gabungan saat mengamankan barang bukti senjata Caracal yang dirampas kelompok TPNPB OPM di Maybrat Jumat (16/10/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/KOOPS TNI HABEMA).
Tim gabungan saat mengamankan barang bukti senjata Caracal yang dirampas kelompok TPNPB OPM di Maybrat Jumat (16/10/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/KOOPS TNI HABEMA). 

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Tim gabungan Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil merebut kembali satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Jumat, 16 Oktober 2026. 


Senjata organik milik Satuan Tugas Pasukan Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir tersebut sebelumnya dirampas oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya dalam insiden penyerangan di wilayah Sory pada 22 Maret 2026.


Penyitaan senjata ini berawal dari penangkapan dan pemeriksaan intensif terhadap pimpinan OPM wilayah Sorong Raya. Berdasarkan laporan resmi satuan, tim gabungan mulanya menyergap dan menangkap Wakil Panglima Kodap IV/Sorong Raya, Zakarias Fatem. 


Dari hasil pengamanan tersebut, petugas melakukan pendalaman terhadap dua anggota OPM lainnya, Anton Fatem dan Yesias Fatem. 


Kedua nama terakhir sebelumnya sempat meloloskan diri saat penyergapan di Sungai Kamundan beberapa hari lalu, sebelum akhirnya menyerahkan diri kepada aparat.


Dari proses komunikasi dan pemeriksaan lanjutan terhadap para petinggi OPM tersebut, aparat memperoleh petunjuk akurat mengenai lokasi penyembunyian senjata rampasan. 


Tim gabungan yang terdiri atas Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V dari Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad, dan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB langsung mendatangi lokasi dan berhasil mengamankan kembali Senjata Caracal beserta belasan amunisi aktif.


Panglima Koops TNI Habema, Brigadir Jenderal TNI Riyanto, mengapresiasi kinerja ketat para prajurit di lapangan yang dinilainya mengedepankan ketelitian data intelijen dan koordinasi lintas satuan.


"Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya sinergi antarsatuan, ketelitian informasi, dan profesionalisme prajurit. Pengamanan kembali senjata tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat," ujar Brigjen TNI Riyanto dalam keterangan resminya, Sabtu (17/10/2026). 


Riyanto menegaskan, setiap operasi dan langkah penindakan di wilayah hukum Papua dilakukan secara selektif, terukur, dan menghormati hak asasi manusia. "Setiap langkah pengamanan harus tetap dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum, dengan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan," kata Pangkoops Habema.


Meski senjata jenis Caracal telah disita, perburuan persenjataan di wilayah Maybrat belum berhenti. Koops TNI Habema saat ini masih melakukan penyisiran dan pendalaman guna melacak keberadaan satu pucuk senjata api jenis K3 Daewoo yang disinyalir masih disembunyikan oleh kelompok OPM di area pegunungan Maybrat.


TNI menyatakan pendekatan keamanan di Papua akan terus berjalan beriringan dengan pemulihan aktivitas publik. Langkah ini ditempuh agar pelayanan pemerintah daerah, aktivitas ekonomi warga, serta iklim kondusif di tanah Papua tetap terjaga. 

Perkembangan penelusuran senjata K3 Daewoo akan dipublikasikan secara berkala setelah seluruh data terverifikasi di lapangan.  (*)

Editor : Weny Firmansyah
senjata api Habema maybrat TNI