Konferensi Adat dan Pemuda Tabi-Mamta 2026 Siap Digelar, Jadi Momentum Penting Masyarakat Adat

Jimianus Karlodi • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 04:29 WIB
Suasana saat pengurus Konferensi Masyarakat Adat dan Pemuda Tabi-Mamta 2026 mendiskusi matangkan persiapan Konferensi, Minggu (4/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/Jimi)
Suasana saat pengurus Konferensi Masyarakat Adat dan Pemuda Tabi-Mamta 2026 mendiskusi matangkan persiapan Konferensi, Minggu (4/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/Jimi)

CEPOSONLINE.COM, ​JAYAPURA - Persiapan pelaksanaan Konferensi Masyarakat Adat III dan Pemuda I Wilayah Tabi-Mamta Tahun 2026 telah memasuki tahap akhir. 

 

Agenda besar peradaban dan konsolidasi hak ulayat masyarakat adat di Tanah Papua ini dipastikan siap digelar pada 7 hingga 9 Oktober 2026 mendatang di Hotel Suni Sentani, Kabupaten Jayapura.

 

​Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pimpinan Pleno Pemuda Adat Mamta-Tabi, Yulianus Dwaa, saat mengelar konferensi pers di kawasan Kamkey, Abepura, Minggu (4/10/2026) malam.

 

​Yulianus menegaskan bahwa dari sisi teknis dan penyiapan tempat, panitia telah merampungkan berbagai persiapan di lokasi pelaksanaan, yaitu Hotel Suni Sentani, Kabupaten Jayapura.

 

​"Konferensi ini sesuai dengan agenda yang sudah kami rencanakan dari jauh-jauh hari. Dari sisi kesiapan lokasi, kami panitia sudah sangat siap di Hotel Suni Sentani," ujar Yulianus.

 

​Mengenai kehadiran peserta, Yulianus menyebutkan bahwa pendaftaran delegasi dari berbagai daerah adat telah mencapai angka sekitar 90 persen. Saat ini, panitia hanya tinggal menunggu konfirmasi keputusan dari dua Dewan Adat Daerah (DAD), yakni Sentani dan Sarmi Utara.

 

​Terkait status kedua DAD tersebut, ia menjelaskan bahwa penanganannya menjadi ranah Dewan Adat Papua (DAP) serta Dewan Adat Wilayah Mamta-Tabi, bukan kewenangan panitia pelaksana (Organizing Committee/OC).

 

​"Tugas kami panitia adalah menyukseskan kegiatan tanggal 7 sampai 9 Oktober, dan kami sudah sangat siap. Dari sisi materi persidangan pun sudah fix, serta distribusi undangan pemateri sudah terdistribusi hampir 100 persen," jelasnya.

 

Terkait dengan tamu undangan yang hadir, Yulianus ​mengungkapkan bahwa, selain jajaran tokoh adat, Gubernur Papua juga telah mengonfirmasi kepastian hadir dalam pembukaan konferensi tersebut. 

 

Karena itu, pihaknya menyambut positif kepastian kehadiran kepala daerah sebagai momen penting penyatuan visi antara pemerintah dan masyarakat adat Tabi-Mamta.

 

​"Ini momentum yang kami syukuri. Semoga masyarakat adat Mamta-Tabi bersama Pak Gubernur dapat menyatukan visi pembangunan, karena dukungan serta restu dari para tua-tua adat dan leluhur sangat menentukan keberhasilan setiap program di daerah," tambah Yulianus.

​

Untuk diketahui, ​Konferensi ke-III Dewan Adat Mamta-Tabi ini diproyeksikan menjadi pilot project bagi wilayah adat lainnya di Tanah Papua.

 

​Tak hanya itu, konferensi ini juga mengundang keterlibatan masyarakat adat Tabi yang berada di berbagai provinsi lain hingga perwakilan dari Papua Nugini (PNG) dan kawasan Pasifik.

 

​Mengenai mekanisme persidangan serta tata cara pemilihan pimpinan baik untuk Dewan Adat Papua, DAD Mamta-Tabi, maupun Dewan Pemuda Adat Mamta-Tabi hal tersebut telah diramu oleh Tim Pengarah dan akan dibahas pada Pleno IV persidangan.

​

​Mengakhiri keterangannya, Yulianus mengimbau seluruh lapisan masyarakat adat Tabi mulai dari wilayah Keerom hingga Mamberamo untuk turut serta berpartisipasi dan menyukseskan acara tersebut.

 

​"Inilah momentum masyarakat Tabi untuk menunjukkan jati diri di tengah arus modernisasi dan dinamika imigrasi yang kian kencang di Papua. Kita optimis masyarakat adat tetap kokoh melalui persatuan demi menyelamatkan manusia, tanah, dan sumber daya alam di atas tanah leluhur Mamta-Tabi," pungkasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
papua Tabi Adat