Dari Sawah Baru hingga Tiga Kali Panen, Pemprov Papua Target Swasembada Beras 2028

Elfira Halifa • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 05:28 WIB
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri melakukan panen padi di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (1/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV).
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri melakukan panen padi di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (1/10/2026).(CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat sektor pertanian untuk mengejar target swasembada beras tahun 2028.

 

Berbagai langkah disiapkan, mulai dari membuka sawah baru, menghidupkan kembali lahan pertanian yang tidak produktif hingga meningkatkan produktivitas padi.

 

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri mengatakan, tahun 2026 Pemprov Papua membuka sekitar 6.500 hektare lahan sawah baru. Pemerintah juga melakukan rehabilitasi terhadap sejumlah sawah yang sudah lama tidak digunakan agar kembali produktif.

 

“Di tahun ini kami membuka 6.500 lahan sawah, ditambah beberapa rehabilitasi sawah-sawah yang sudah tidur,” kata Fakhiri usai melakukan panen padi di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Kamis (1/10/2026).

 

Menurut Fakhiri, pengembangan pertanian tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan Papua terhadap program strategis nasional pemerintah di sektor pangan.

 

Upaya memperluas lahan pertanian juga diikuti dengan peningkatan produktivitas. Fakhiri menyebut rata-rata hasil panen padi di Papua kini telah mencapai lebih dari 8 ton per hektare.

 

Bahkan, produktivitas di sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Keerom dilaporkan mampu mencapai 12,8 ton per hektare.

 

“Kita di Provinsi Papua sekarang terdepan, yaitu 12,8 ton kami sudah menghasilkan,” ujarnya.

 

Fakhiri berharap peningkatan produksi pertanian dapat mendorong perubahan struktur ekonomi Papua. Menurutnya, penguatan sektor pertanian dan perkebunan perlu terus dilakukan agar perekonomian daerah tidak terlalu bergantung pada sektor pertambangan.

 

Untuk meningkatkan produksi, Pemprov Papua juga mendorong pola tanam yang lebih intensif. Pemerintah menargetkan petani dapat melakukan tiga kali tanam sekaligus panen dalam setahun.

 

Target tersebut akan didukung dengan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi serta penyediaan pompa air untuk memastikan kebutuhan air pertanian tetap terpenuhi.

 

“Kami tidak minta empat kali tanam, tetapi cukup tiga kali. Sehingga Provinsi Papua bisa tiga kali panen,” kata Fakhiri.

 

Menurutnya, peningkatan intensitas tanam akan memberikan ruang lebih besar bagi Papua untuk meningkatkan produksi beras sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

 

Jika produksi terus meningkat, pasokan beras Papua tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir. Produksi juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan pangan masyarakat di wilayah pegunungan.

 

Selain memenuhi kebutuhan dalam daerah, Pemprov Papua juga mulai melihat peluang pasar di luar negeri. Pemerintah daerah tengah membangun komunikasi dengan Papua Nugini (PNG) terkait peluang ekspor beras apabila produksi Papua nantinya telah memenuhi kebutuhan domestik.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari visi pemerintah untuk mengembangkan pertanian tidak hanya sebagai sektor pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

 

Dengan pembukaan sawah baru, rehabilitasi lahan, peningkatan produktivitas, dukungan irigasi dan penerapan pola tanam yang lebih intensif, Pemprov Papua menargetkan produksi beras terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

 

“Target kami tahun 2028 kami sudah swasembada,” tegas Fakhiri. (*)

Editor : AdminDua
matius fakhiri papua pertanian