CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia telah berlalu. Namun, sejumlah kisah dari perayaan kemerdekaan tahun ini masih menyisakan kebanggaan, salah satunya datang dari Papua.
Adalah Neeltje Deliana Insjowi Werimon, siswi SMA Negeri 8 Kota Jayapura, yang mendapat kepercayaan menjalankan tugas istimewa sebagai pembawa baki bendera Merah Putih pada upacara penurunan bendera di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Dengan postur sekitar 170 sentimeter, Neeltje tampil percaya diri membawa baki Sang Merah Putih dalam salah satu rangkaian upacara kenegaraan yang disaksikan langsung oleh Presiden dan masyarakat Indonesia.
Neeltje merupakan bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Indonesia Adil Makmur. Ia juga menjadi salah satu dari dua pelajar yang dipercaya mewakili Provinsi Papua dalam Paskibraka Nasional 2026.
Dalam menjalankan tugas tersebut, Neeltje bersama Johanes Matius Paulus Rumsayor membawa nama Papua di tengah anggota Paskibraka yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepercayaan kepada Neeltje sebagai pembawa baki tidak datang secara tiba-tiba. Ia harus melewati proses seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kota, provinsi hingga nasional.
Setiap tahapan menjadi ruang bagi Neeltje untuk menunjukkan kemampuan, kedisiplinan dan kesiapan fisiknya sebelum akhirnya terpilih menjadi bagian dari Paskibraka Nasional 2026.
Posisi pembawa baki sendiri menjadi salah satu tugas yang mendapat perhatian dalam prosesi pengibaran maupun penurunan bendera.
Karena itu, kepercayaan yang diberikan kepada Neeltje menjadi pencapaian tersendiri bagi seorang pelajar.
Di balik penampilannya di Istana Merdeka, Neeltje memiliki pengalaman kepemimpinan yang cukup kuat di lingkungan sekolah.
Gadis yang akrab disapa Nel itu pernah dipercaya menjadi Ketua OSIS SMA Negeri 8 Kota Jayapura. Pengalaman tersebut turut membentuk kemampuan kepemimpinan, kedisiplinan dan rasa tanggung jawabnya.
Neeltje lahir pada 15 Mei 2010. Ia merupakan putri Aiwoisendin Hendrik Werimon dan Steffi Edithya Florence Awom.
Latar belakang keluarganya juga cukup beragam. Neeltje diketahui memiliki darah Papua, Belanda, Maluku dan Sunda.
Perjalanan pendidikannya pun tidak hanya berlangsung di Papua. Sebelum melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 8 Kota Jayapura, Neeltje diketahui pernah menempuh pendidikan di Amerika Serikat.
Dilansir dari JawaPos.com, penampilan Neeltje di Istana Merdeka menjadi lebih dari sekadar pencapaian pribadi. Ia membawa nama sekolah, keluarga dan Papua ke panggung nasional.
Bagi masyarakat Papua, keberhasilan seorang pelajar daerah tampil dalam posisi penting pada upacara kenegaraan menjadi cerita yang patut diapresiasi. Neeltje menunjukkan bahwa kesempatan untuk tampil di tingkat nasional dapat diraih melalui proses, disiplin dan kerja keras. (*)
Editor : Elfira Halifa