Tak Lagi Jauh-jauh Cari Kampus Katolik di Jawa, Kini Unika Fajar Timur Papua Resmi Beroperasi

Agung Trihandono • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 08:16 WIB
Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You beserta petinggi UNIKA Fajar Timur Papua saat resmi beroperasi, Sabtu (8/8/2026).

(CEPOSONLINE.COM/Jimianus Karlodi) 
Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You beserta petinggi UNIKA Fajar Timur Papua saat resmi beroperasi, Sabtu (8/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/Jimianus Karlodi) 

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Para lulusan SMA/SMK maupun masyarakat umum lainnya yang ingin kuliah di kampus Katolik, kini tak perlu jauh-jauh lagi pergi ke Jawa atau ke tempat lain. Pasalnya, di Kota Jayapura kini sudah hadir dan beroperasi Universitas Katolik Fajar Timur Papua (UNIKA Fajar Timur Papua.

 

Unika Fajar Timur Papua ini resmi memulai operasionalnya sekaligus membuka tahun akademik perdana bagi mahasiswa baru. Momentum bersejarah tersebut berlangsung, di Aula Santo Yosef, Jayapura, dan dirangkaikan dengan pengukuhan pimpinan universitas serta pejabat struktural di lingkungan UNIKA Fajar Timur Papua pada, Sabtu (8/8).

 

   Kegiatan tersebut dihadiri unsur Gereja Katolik, Yayasan, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV, Pemerintah Provinsi Papua, pimpinan dan pejabat struktural universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa baru, orang tua mahasiswa serta para pemangku kepentingan lainnya.

 

  Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You menegaskan bahwa kehadiran UNIKA Fajar Timur Papuabukan semata-mata karena keinginan membangun sebuah institusi pendidikan tinggi baru, melainkan merupakan bagian dari tanggung jawab Gereja untuk mendengarkan aspirasi umat dan memberikan jawaban nyata melalui pendidikan.

 

  “UNIKA Fajar Timur hadir karena kebutuhan dan keinginan umat. Umat membutuhkan pendidikan tinggi, dan Gereja harus mendengarkan kebutuhan itu serta memberikan jawaban yang nyata melalui pendidikan,” ujar Mgr. Yanuarius.

 

   Ia menegaskan bahwa kebutuhan umat terhadap pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan memperoleh gelar akademik. “Kita ingin membangun manusia Papua yang utuh. Manusia yang berilmu, tetapi juga memiliki hati; manusia yang profesional, tetapi tetap memiliki kepedulian terhadap sesama; manusia yang maju, tetapi tidak kehilangan akar budayanya,” ujar Uskup Jayapura.

 

  Ia juga berharap mahasiswa UNIKA Fajar Timur Papua tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pemimpin, profesional, pelayan masyarakat dan pencipta lapangan kerja yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi Tanah Papua.

 

   Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, Prof. Dr. Mofu memberikan apresiasi atas dimulainya operasional universitas ini dan menekankan pentingnya pembangunan budaya mutu sejak awal perjalanan kelembagaan.

 

  “Mutu harus menjadi budaya, bukan sekadar memenuhi dokumen administrasi. Mutu harus hadir dalam proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan tata kelola perguruan tinggi,” ujarnya.

 

 Seperti diberitakan sebelumnya, pada penerimaan mahasiswa angkatan pertama, Unika Fajar Timur Papua membuka 6 program studi, yang mencakup S1 Filsafat Teologi, S2 Teologi Pastoral, Teknik Sipil, Arsitektur, Akuntansi, dan Farmasi. (*)

Editor : Agung Trihandono
Ceposonline.com Katolik pendidikan