Masih Ada Siswa Belum Lancar Membaca, Bunda PAUD Kota Jayapura Dorong Pendidikan Sejak Usia Dini

Karolus Daot • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 16:23 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jayapura sekaligus Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo saat menyapa anak-anak disela kegiatan di Abepura, Kamis 23/7/2026).(EPOSONLINE.COM/MUSTAKIM).
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jayapura sekaligus Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo saat menyapa anak-anak disela kegiatan di Abepura, Kamis 23/7/2026).(EPOSONLINE.COM/MUSTAKIM).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jayapura sekaligus Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, mengajak seluruh orang tua untuk memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Ajakan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Kamis, (23/7/2026).

Menurut Nurlince, perhatian orang tua terhadap anak-anak usia prasekolah menjadi kunci keberhasilan pembangunan sumber daya manusia.

"Puji Tuhan, hari ini Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah menggelar peringatan Hari Anak Nasional ke-42”

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura, khususnya para orang tua yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak usia prasekolah," ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Bidang PAUD dan TK Dinas Pendidikan Kota Jayapura, terdapat lebih dari 3.000 anak usia prasekolah yang tersebar di Kota Jayapura.

Sementara itu, tersedia lebih dari 100 satuan pendidikan PAUD dan TK, baik formal maupun nonformal, yang siap menampung mereka.

Menurut Nerlince, usia dini merupakan masa emas perkembangan anak yang tidak boleh diabaikan. Pada fase tersebut, anak mulai belajar bersosialisasi, mengenal huruf dan angka, melatih kemampuan motorik, hingga membangun karakter melalui metode belajar sambil bermain.

"Usia prasekolah adalah fondasi. Jika fondasinya kuat, maka anak akan lebih siap mengikuti jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, kami mengharapkan seluruh orang tua membawa anak-anaknya ke PAUD atau TK, baik formal maupun nonformal," katanya.

Ia menegaskan, pemerintah saat ini telah menerapkan program wajib belajar 13 tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. 

Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan anak usia dini dalam sistem pendidikan nasional.

Nerlince mengungkapkan masih ditemukan peserta didik yang memasuki jenjang SMP, SMA bahkan perguruan tinggi dengan kemampuan membaca yang belum optimal.

Kondisi tersebut, katanya, menjadi salah satu alasan pentingnya memperkuat pendidikan sejak usia dini.

"Di PAUD anak-anak belajar sambil bermain. Mereka belajar mengenal huruf, angka, berhitung, berinteraksi dengan teman sebaya, sekaligus membangun rasa percaya diri. Semua itu menjadi bekal penting sebelum memasuki sekolah dasar," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa memperoleh pendidikan, kasih sayang, perhatian, dan perlindungan merupakan hak setiap anak yang harus dipenuhi oleh keluarga maupun negara.

Pada kesempatan itu, Nerlince menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jayapura, lembaga pendidikan, gereja, masjid, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, serta seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

"Kami percaya melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, masyarakat, dan orang tua, kita dapat menciptakan generasi Jayapura, generasi Papua, dan generasi Indonesia yang unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," tutupnya.(*)

Editor : Elfira Halifa
MRP Nerlince Wamuar Rollo Ceposonline.com