CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Kebutuhan listrik, air bersih, jalan yang layak, hingga jembatan permanen menjadi harapan masyarakat Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
Hal tersebut disampaikan kepada Wakil Ketua Komisi V DPR Papua Tengah yang juga merupakan Anggota DPR Papua Tengah dapil Puncak, Anis Labene, saat melaksanakan reses ketiga di daerah pemilihannya.
Aspirasi tersebut mencerminkan kebutuhan dasar yang masih diharapkan masyarakat untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Mulai dari penerangan untuk mendukung aktivitas warga, ketersediaan air bersih, hingga akses jalan dan jembatan yang memudahkan masyarakat menjangkau wilayah lain.
Anis mengatakan
kedatangannya di Sinak disambut antusias oleh masyarakat. Ia menempuh perjalanan dari Timika dan langsung bertemu warga untuk mendengarkan berbagai kebutuhan yang ingin mereka perjuangkan melalui pemerintah.
“Antusiasme masyarakat begitu luar biasa ketika mendengar saya tiba dari Timika melalui Sinak. Masyarakat berkumpul di sekitar tempat kegiatan reses,” ujar Anis Labene Kepada media ini melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (17/10/2026).
Reses dalam suasana kekeluargaan itu, masyarakat dan Anis berkumpul dalam tradisi barapen atau bakar batu, kemudian makan bersama dan mendengarkan firman Tuhan sebelum memasuki sesi penyampaian aspirasi.
“Kami menjamu masyarakat dengan masakan tradisional, yaitu barapen. Setelah itu, kami makan bersama dengan masyarakat, dilanjutkan dengan mendengarkan firman Tuhan, kemudian kami mendengarkan aspirasi yang disampaikan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, aspirasi disampaikan oleh berbagai perwakilan, mulai dari pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh intelektual, hingga tokoh pemuda.
Anis mengatakan, seluruh masukan itu diterima sebagai bahan untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan pemerintah.
“Ada beberapa perwakilan yang berdiri dan langsung menyampaikan aspirasi. Ada perwakilan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh intelektual, dan tokoh pemuda yang menyampaikan kebutuhan mereka untuk kemudian diperjuangkan melalui pemerintah,” jelas Labene.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah ketersediaan listrik di Distrik Sinak. Bagi masyarakat, penerangan sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan belajar anak-anak, pelayanan kesehatan, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi.
“Sinak ini merupakan salah satu pusat distrik yang berada di tengah-tengah beberapa distrik di sekitarnya. Karena itu, kita perlu memperhatikan aktivitas masyarakat, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, maupun perekonomian, dengan penerangan yang memadai,” ungkap Anis.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Anis mengatakan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Sinak telah melalui tahap survei. Ia berharap rencana itu dapat ditindaklanjuti sehingga masyarakat bisa menikmati penerangan yang memadai.
“Penerangan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Harapannya, listrik bisa tersedia setidaknya 12 jam sehari, bahkan kalau Tuhan menghendaki bisa 24 jam,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa keluarganya telah menyerahkan lokasi tanah untuk mendukung rencana pembangunan PLTS tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas itu diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Sinak dan wilayah sekitarnya.
“Lokasi PLTS itu diserahkan dari keluarga kami sendiri kepada pihak terkait untuk kemudian dibangun di atas tanah tersebut, sehingga nantinya dapat menjangkau masyarakat yang ada di Sinak,” ujarnya.
Selain listrik, masyarakat juga menyampaikan persoalan air bersih yang masih menjadi tantangan, terutama ketika musim kering tiba. Warga berharap pemerintah membangun jaringan air bersih dari sumber mata air menuju pusat Distrik Sinak agar kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dengan lebih baik.
“Sebelum kekeringan terjadi pun, masalah air bersih ini sudah sering menjadi perhatian tersendiri. Karena itu, masyarakat meminta pemerintah membangun jaringan air bersih dari sumber mata air yang bisa dialirkan sampai ke pusat Kota Sinak,” kata Anis.
Persoalan akses jalan turut menjadi perhatian masyarakat. Mereka berharap pembangunan jalan trans yang menghubungkan Mulia, Sinak, hingga Ilaga dapat dilanjutkan agar perjalanan antardaerah lebih mudah dan aktivitas masyarakat tidak terus terkendala kondisi infrastruktur.
Anis menjelaskan, pembangunan jalan tersebut masih menghadapi sejumlah pertimbangan, termasuk persoalan keamanan. Namun, ia berharap pemerintah provinsi dapat mengambil bagian dalam pembangunan ruas jalan sesuai dengan kewenangannya.
“Kalau pemerintah provinsi bisa mengambil bagian dan mengerjakan beberapa kilometer jalan trans itu, serta menunjukkan bahwa pembangunan bisa berjalan dengan aman, saya kira itu dapat menjadi dorongan bagi pemerintah pusat untuk melanjutkan dan menyelesaikan pekerjaan jalan tersebut,” jelasnya.
Menurut Anis, akses jalan yang lebih baik sangat penting untuk mendukung hubungan antardaerah dan memudahkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari. Infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat menunjang akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, serta kegiatan perekonomian warga.
Aspirasi lainnya adalah pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Sinak dengan Nigilome dan wilayah Agenggen. Masyarakat menyampaikan bahwa jembatan gantung yang sebelumnya digunakan telah terputus sehingga akses warga menjadi sulit.
“Yang terakhir, masyarakat menyampaikan bahwa mereka membutuhkan jembatan penghubung antara Sinak dengan Nigilome dan juga Agenggen. Jembatan gantung yang sebelumnya menghubungkan wilayah tersebut sudah terputus, sehingga perlu dibangun jembatan permanen,” ujar Anis.
Anggota DPR lulusan Amerika ini berharap kebutuhan tersebut mendapat perhatian pemerintah karena jembatan menjadi salah satu sarana penting untuk menghubungkan masyarakat dan mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari.
Anis menegaskan, berbagai aspirasi yang diterimanya dalam kegiatan reses tersebut akan diperjuangkan melalui DPR Papua Tengah.
Ia akan menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Kami menerima aspirasi itu dengan baik. Kami siap memperjuangkannya kepada pemerintah di tingkat provinsi maupun kabupaten sesuai dengan kewenangan yang ada,” tegasnya.
Ia berharap aspirasi masyarakat Sinak tidak berhenti sebagai catatan dalam kegiatan reses, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan warga.
“Harapan kami, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat ini dapat diakomodasi oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat pembangunan,” tutup Anis. (*)
Editor : Weny Firmansyah