CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Papua Tengah bersiap memasuki penataan baru struktur pertahanan TNI dengan rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) Papua Tengah dan penguatan satuan melalui delapan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) di wilayah Papua Tengah.
Hal ini disampaikan Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja (PVB), Brigadir Jenderal TNI Vivin Alivianto, usai mengikuti upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Sapta Marga Kodim Nabire, Papua Tengah, Senin (5/10/2026).
Vivin mengatakan, Papua Tengah termasuk salah satu wilayah yang masuk dalam pembentukan Kodam baru. Pembentukan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi TNI yang ditandai dengan rencana peresmian enam Kodam baru dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di tingkat pusat.
“Dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 TNI yang dilaksanakan di pusat di Mabes TNI Cilangkap, juga akan dilaksanakan peresmian enam Kodam baru,” ujar Vivin.
Enam Kodam baru tersebut meliputi Kodam di Kepulauan Riau, Yogyakarta, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Papua Tengah.
Untuk Papua Tengah, Vivin menyebut pihaknya telah memperoleh informasi mengenai calon pejabat yang akan memimpin Kodam tersebut.
“Kita sudah dapat informasi A1 yang sudah pasti bahwa nanti yang menjabat sebagai Panglima Kodam di sini adalah Mayor Jenderal TNI Aminton Manurung. Beliau sebelumnya menjabat sebagai Asops Kasad di Mabesad,” katanya.
Menurut Vivin, pembentukan Kodam baru juga akan diikuti dengan penataan satuan TNI di seluruh wilayah Papua Tengah. Salah satunya melalui rencana pembentukan enam Batalyon Teritorial Pembangunan tambahan.
“Keberadaan kami di sini nanti akan dibentuk enam batalyon tambahan, batalyon baru, yaitu enam Batalyon Teritorial Pembangunan. Seluruh kabupaten memiliki satu batalyon nanti,” jelasnya.
Saat ini, Papua Tengah telah memiliki dua batalyon, yakni Batalyon 804 yang berada di Nabire dan Batalyon 820 di Timika. Dengan tambahan enam batalyon tersebut, nantinya direncanakan terdapat delapan batalyon yang tersebar untuk mendukung delapan kabupaten di Papua Tengah.
Vivin menjelaskan, tiga batalyon akan diarahkan untuk memperkuat wilayah Nabire dan tiga kabupaten lainnya, sedangkan tiga batalyon lainnya akan mendukung wilayah Timika dan tiga kabupaten lainnya.
“Yang di daerah Nabire ini nanti naik ke Dogiyai, Deiyai, dan Paniai. Yang di Timika nanti naik ke Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya. Jadi lengkap nanti delapan batalyon rencananya demikian,” ungkapnya.
Ia mengatakan, rencana penempatan satuan tersebut masih membutuhkan kesiapan sejumlah fasilitas. Karena itu, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan, terutama untuk menyiapkan lokasi bagi batalyon yang akan ditempatkan di masing-masing wilayah.
“Kita berharap nanti dari pemerintah daerah memberikan dukungan untuk tempat Batalyon-Batalyon TP ini. Ada beberapa yang belum fix. Nanti mohon bantuan dari Pak Gubernur maupun Pak Bupati,” ujarnya.
Di momentum HUT ke-81 TNI, Vivin menegaskan bahwa penataan organisasi dan penguatan satuan tersebut tetap harus berjalan seiring dengan komitmen TNI untuk hadir bersama masyarakat.
Ia mengatakan, peringatan HUT TNI tahun ini dilaksanakan secara sederhana mengingat sejumlah daerah di Indonesia masih menghadapi berbagai bencana.
“Yang paling utama adalah kita dalam suasana saat ini kan bencana di mana-mana. Jadi kita melaksanakannya tidak euforia, kita lebih cenderung ke dalam. Kita sederhana, tapi tidak mengurangi makna bahwa TNI tetap di hati rakyat dan kita selalu sama-sama rakyat dalam menyelesaikan setiap permasalahan,” katanya.
Kepada seluruh prajurit, Vivin berpesan agar tetap menjaga loyalitas, profesionalitas dan menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.
“Kalau prajurit tetap loyalitas tegak lurus, laksanakan tugas secara profesional dan maksimal, totalitas secara ikhlas. Kalau kita kerja ikhlas, insyaallah kita akan dapat pahalanya di situ,” tuturnya.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat Papua Tengah untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun ladang secara sembarangan. Menurutnya, pembakaran yang tidak diawasi dapat memicu kebakaran yang lebih luas.
“Saya sampaikan larangan keras untuk membakar sampah. Membakar sampah, membakar ladang, kalau memang butuh membakar ladang, tolong undang Babinsa,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat yang hendak membuka lahan dengan cara membakar agar melibatkan Babinsa sehingga proses pembakaran dapat diawasi dan dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
“Undang Babinsa, kita tungguin dan kita matikan sampai benar-benar mati, disiram mati, baru kita tinggalkan. Jangan dibakar terus pergi, apalagi membakar sampah,” pungkasnya. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser