Respons Cepat Kasus Infeksi Kulit di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Siapkan Tim dan Logistik

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:33 WIB
Ilustrasi Obat-obat yang disiapkan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah untuk dikirimkan bersama tim ke Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya. (ILUSTRASI AI) 
Ilustrasi Obat-obat yang disiapkan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah untuk dikirimkan bersama tim ke Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya. (ILUSTRASI AI) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah bergerak cepat merespons laporan meningkatnya kasus penyakit infeksi kulit di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus Chen mengatakan penanganan dilakukan melalui sinergi antara Dinkes Provinsi Papua Tengah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak Jaya, termasuk dengan menerjunkan tim pelayanan kesehatan serta menyiapkan dukungan logistik obat-obatan ke wilayah tersebut.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, kasus awal infeksi parasit atau skabies yang ditemukan telah banyak mengalami komplikasi menjadi pioderma,” ujar Agus Chen kepada media, Rabu (2/9/2026), 

Ia menjelaskan, lonjakan pasien dengan kondisi komplikasi pioderma tersebut dalam beberapa bulan terakhir membutuhkan penanganan intensif di Rumah Sakit Mulia.

“Banyak pasien dengan kondisi komplikasi pioderma yang harus ditangani secara intensif di RS Mulia. Tingginya kasus yang ditangani bahkan membuat pihak rumah sakit harus beberapa kali melakukan pengadaan salep Permetrin sebagai salah satu obat untuk penanganan skabies,” katanya.

Menurut Agus Chen, sebagai langkah intervensi cepat untuk memutus mata rantai penularan dan mencegah kondisi pasien semakin parah, Dinkes Kabupaten Puncak Jaya bersama Puskesmas Mewoluk telah membentuk Tim Pelayanan Kesehatan.

Tim tersebut akan turun langsung ke Distrik Mewoluk untuk melakukan skrining serta memberikan penanganan medis sedini mungkin kepada masyarakat yang mengalami keluhan penyakit kulit.

“Tim pelayanan kesehatan sudah disiapkan untuk turun langsung ke Mewoluk. Jika di lapangan ditemukan pasien skabies dengan kondisi yang memburuk atau sudah menjadi pioderma, maka pasien akan dievakuasi dan dirujuk ke RS Mulia,” jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran pelayanan medis tersebut, Dinkes Provinsi Papua Tengah juga langsung menindaklanjuti permohonan dukungan tambahan logistik obat-obatan untuk dikirimkan ke Puncak Jaya.

Agus Chen mengatakan Tim Farmasi Dinkes Papua Tengah telah merespons kebutuhan tersebut dan berkoordinasi dengan Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Puncak Jaya untuk memastikan ketersediaan obat-obatan yang dibutuhkan.

“Saat ini logistik obat-obatan yang dibutuhkan, khususnya salep Permetrin dan obat-obatan pendukung lainnya, sudah disiapkan oleh Dinkes Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.

Pengiriman bantuan medis tersebut sempat mengalami kendala akibat pembatalan jadwal penerbangan menuju Puncak Jaya pada Rabu (2/9/2026). Namun, Agus memastikan logistik tetap akan dikirimkan pada jadwal penerbangan berikutnya.

Ia menjelaskan, pihak ekspedisi telah mengambil logistik obat-obatan dari Dinkes Provinsi Papua Tengah untuk diamankan di kargo dan dijadwalkan diterbangkan menuju Puncak Jaya pada jadwal penerbangan pertama berikutnya.

“Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten ini diharapkan dapat segera menekan angka infeksi di Distrik Mewoluk, mencegah skabies berkembang menjadi komplikasi pioderma, serta memastikan pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat bagi masyarakat tetap berjalan optimal,” pungkas Dokter Agus. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
Papua Tengah NABIRE obat