Dinkes Papua Tengah Bagi-Bagi Masker di Area CFD, Dokter Agus: 60 Ribu Masker Siap Dibagikan 

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:27 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, Agus Chen saat membagikan  Masker di Area Car Free Day di Jalan pemuda Nabire, Sabtu, (22/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
 
Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, Agus Chen saat membagikan  Masker di Area Car Free Day di Jalan pemuda Nabire, Sabtu, (22/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)  

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah membagikan masker gratis kepada masyarakat di area Car Free Day (CFD) Nabire, Sabtu (22/8/2026).

 Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi gangguan pernapasan di tengah musim kemarau yang disertai debu dan asap.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, mengatakan pembagian masker merupakan bagian dari langkah kewaspadaan Dinkes menyusul adanya tren kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berdasarkan pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

“Data SKDR menunjukkan mulai ada kenaikan kasus ISPA walau belum signifikan, namun kami tidak boleh lengah,” kata dr. Agus saat ditemui di area CFD Nabire, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, Dinkes Papua Tengah menyiapkan masker untuk dibagikan kepada masyarakat, khususnya di ruang publik. Setiap hari, sekitar 1.000 masker disiapkan untuk dibagikan sebagai langkah pencegahan terhadap paparan debu dan asap.

“Langkah antisipasi langsung kami jalankan, mulai dari memastikan ketersediaan logistik obat-obatan, pembagian 1.000 masker per hari di ruang publik, hingga menyiagakan armada ambulans untuk kasus emergensi sesak napas,” ujarnya.

Dr. Agus menyebutkan, total stok masker 3-ply yang tersedia di Dinkes Papua Tengah mencapai sekitar 60.000 lembar.

 Masker tersebut terdiri dari 23 karton atau sekitar 1.150 boks dan siap disalurkan kepada masyarakat sesuai kebutuhan.

“Stok masker yang kami punya sekitar 60 ribu lembar. Jadi, kalau memang kondisi membutuhkan, masker ini siap kami bagikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain masker, Dinkes Papua Tengah juga memastikan kesiapan obat-obatan. Instalasi Farmasi Provinsi telah memastikan stok obat batuk dan vitamin dalam kondisi aman dan mencukupi untuk mendukung pelayanan kesehatan.

“Untuk obat-obatan juga kami pastikan tersedia. Jadi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tetap bisa mendapatkan penanganan,” katanya.

Terkait pelaksanaan CFD, dr. Agus mengatakan kegiatan tersebut tetap berjalan pekan ini dengan mempertimbangkan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk para pedagang dan mama-mama penjual yang telah menyiapkan dagangan.

Namun, Dinkes Papua Tengah tetap turun langsung ke lokasi CFD untuk membagikan masker sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama musim kemarau.

“Untuk CFD minggu ini tetap berjalan, tetapi kami turun langsung membagikan masker dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara untuk pelaksanaan CFD pada pekan berikutnya, Dinkes Papua Tengah akan melakukan evaluasi dengan melihat perkembangan kondisi kualitas udara.

“Untuk minggu depan akan kami evaluasi lagi. Kita lihat kondisi kualitas udara seperti apa, kemudian kita tentukan langkah selanjutnya,” kata dr. Agus.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan karena asap dapat memperburuk kualitas udara. Warga yang beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker, terutama ketika berada di area yang berdebu atau terpapar asap.

“Yang paling penting masyarakat juga ikut menjaga kondisi lingkungan. Jangan membakar sampah sembarangan dan kalau beraktivitas di luar, gunakan masker, terutama kalau kondisi udara berdebu dan berasap,” tegasnya.

Dr. Agus meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Jika mengalami batuk dan pilek yang tidak kunjung membaik, demam tinggi, napas cepat atau sesak, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

“Kalau sudah mengalami sesak napas atau gejalanya semakin berat, jangan tunggu sampai parah. Segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat supaya bisa ditangani lebih cepat,” pungkasnya. (*)

Editor : Agung Trihandono
Papua Tengah dinas kesehatan