CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Sebaran titik panas atau hotspot di Provinsi Papua Tengah terus bertambah. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 20–21 Agustus 2026, tercatat sebanyak 512 titik panas, dengan Kabupaten Nabire menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi mencapai 279 titik.
Forecaster Prakirawan BMKG Nabire, Eusebio, mengatakan dari total 512 titik panas tersebut, sebanyak 94 titik terdeteksi dengan tingkat kepercayaan rendah, 409 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan sembilan titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.
“Berdasarkan hasil pemantauan hotspot periode tanggal 20–21 Agustus 2026, di Provinsi Papua Tengah terpantau sebanyak 94 hotspot pada tingkat kepercayaan rendah, 409 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang dan sembilan hotspot pada tingkat kepercayaan tinggi,” kata Eusebio kepada media ini, Jumat (21/8/2026).
Dari sebaran tersebut, Nabire menjadi daerah dengan jumlah hotspot paling tinggi, yakni 279 titik. Jumlah itu terdiri dari 60 titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 214 titik sedang dan lima titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Selanjutnya, Kabupaten Dogiyai tercatat 72 titik, terdiri dari 11 titik rendah, 59 titik sedang dan dua titik tinggi. Paniai sebanyak 54 titik, terdiri dari lima titik rendah dan 49 titik sedang.
Kabupaten Puncak tercatat 45 titik, terdiri dari sembilan titik rendah dan 36 titik sedang. Intan Jaya sebanyak 44 titik, terdiri dari delapan titik rendah, 35 titik sedang dan satu titik tinggi.
Sementara Deiyai tercatat 11 titik, terdiri dari 10 titik sedang dan satu titik tinggi. Puncak Jaya sebanyak tujuh titik, terdiri dari satu titik rendah dan enam titik sedang. Sedangkan Mimika tidak terpantau adanya hotspot.
Eusebio menjelaskan, khusus di Kabupaten Nabire, hotspot tersebar di sejumlah distrik. Di antaranya Wanggar, Yaro, Yaur, Uwapa, Nabire Barat, Makimi, Menou, Teluk Kimi, Dipa, Siriwo, Teluk Umar, Nabire dan Wapoga.
Data tersebut juga tergambar dalam peta sebaran hotspot BMKG. Pada pemantauan 20 Agustus 2026 pukul 00.23 WIB, terdeteksi 22 titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 196 titik sedang dan enam titik tinggi.
Kemudian pada pemantauan 21 Agustus 2026 pukul 00.14 WIB, terdeteksi 72 titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 213 titik sedang dan tiga titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Peta BMKG tersebut menggunakan hasil pemantauan satelit Terra, Aqua, SNPP dan NOAA20. Titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah ditandai warna hijau, sedang warna kuning dan tinggi warna merah.
Menurut Eusebio, tingginya sebaran hotspot tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat dan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Masyarakat dan instansi pemerintah yang berwenang dihimbau untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak kerugian dari sebaran hotspot yang terpantau. Serta dapat memperhatikan update informasi hotspot dari BMKG setempat,” ujarnya.
Khusus masyarakat di Kabupaten Nabire, BMKG mengimbau agar menghentikan segala bentuk pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran meluas, termasuk pembakaran untuk membuka lahan, membersihkan kebun maupun membakar sampah secara sembarangan.
Masyarakat juga diminta memperhatikan dampak asap terhadap kesehatan dan keselamatan transportasi udara. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker, terutama ketika kondisi udara mulai dipenuhi asap.
Eusebio juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api baru di lingkungan sekitar.
“Segera melaporkan kepada aparat, pihak berwenang atau petugas pemadam jika menemukan titik api baru di lingkungan sekitar,” imbaunya.
BMKG meminta masyarakat terus mengikuti perkembangan informasi hotspot dan kondisi cuaca melalui informasi resmi BMKG.
Dengan total 279 titik, Nabire menjadi wilayah dengan sebaran hotspot tertinggi di Papua Tengah dalam pemantauan 20–21 Agustus 2026. Kondisi ini menjadi perhatian karena peningkatan titik panas dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan apabila tidak segera diantisipasi. (*)
Editor : Weny Firmansyah