Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

KADIN Papua Tengah Luncurkan Koperasi Honai, Siapkan Program Cetak Pengusaha Asli Papua

Theresia F. Tekege • Selasa, 9 Juni 2026 | 12:05 WIB
Ketua KADIN Papua Tengah, Alexander Gonzales Gobai (Batik Putih) bersama forkopimda dan perwakilan KADIN Indonesia saat toki Tifa Membuka kegiatan seminar dan peluncuran Koperasi Honai Papua Tengah Terang di Aula LPP RRI Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Ketua KADIN Papua Tengah, Alexander Gonzales Gobai (Batik Putih) bersama forkopimda dan perwakilan KADIN Indonesia saat toki Tifa Membuka kegiatan seminar dan peluncuran Koperasi Honai Papua Tengah Terang di Aula LPP RRI Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah resmi meluncurkan Koperasi Induk Honai Papua Tengah Terang dalam Seminar Kajian Potensi Ekonomi Papua Tengah yang digelar di Aula LPP RRI Nabire, Selasa (9/6/2026).

Ketua KADIN Papua Tengah, Alexander Gonzales Gobai, mengatakan peluncuran koperasi tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mencetak pengusaha-pengusaha baru dari kalangan Orang Asli Papua (OAP).

Dalam sambutannya, Alexander menegaskan bahwa KADIN Papua Tengah terus berupaya memberi ruang yang lebih besar bagi masyarakat asli Papua untuk menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi daerah.

"Papua Tengah menunjukkan bahwa orang asli Papua harus menjadi tuan di negeri sendiri. Ini yang sementara kita bangun dan dorong bersama," kata Alexander.

Ia menjelaskan, seminar tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian kajian yang telah dilakukan sejak awal tahun. Kajian tersebut menghimpun berbagai data dan informasi mengenai potensi ekonomi yang dimiliki delapan kabupaten di Papua Tengah.

Menurutnya, selama ini potensi daerah sering kali hanya dibicarakan secara umum tanpa didukung data yang komprehensif. Karena itu, KADIN berinisiatif menyusun kajian yang dapat menjadi referensi bagi pemerintah maupun investor.

"Kita ingin berbicara berdasarkan data. Papua Tengah punya potensi yang luar biasa, dan melalui kajian ini kita bisa menunjukkan secara jelas potensi yang ada di Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya hingga Mimika," ujarnya.

Alexander berharap kajian tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Papua Tengah. Ia mengakui masih ada stigma terkait keamanan yang kerap menjadi pertimbangan para investor.

"Selama ini orang mengenal Papua Tengah dari sisi keamanan. Padahal kita punya banyak potensi yang bisa dikembangkan. Kita harus sama-sama menghilangkan stigma itu dan menunjukkan bahwa Papua Tengah aman untuk berinvestasi," katanya.

Selain mendorong investasi, KADIN Papua Tengah juga tengah menyiapkan program pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda dan masyarakat yang ingin memulai usaha.

Menurut Alexander, program tersebut akan dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar berwirausaha, mulai dari pengelolaan usaha hingga pengembangan bisnis.

"Kami ingin memberikan pelatihan yang benar-benar aplikatif. Setelah selesai mengikuti pelatihan, mereka sudah memiliki gambaran usaha yang bisa dijalankan dan bahkan memiliki tempat untuk memulai usaha," ujarnya.

Ia menyebut sejumlah usaha kecil akan menjadi fokus awal program tersebut, seperti usaha fotokopi, percetakan, pencucian kendaraan, dan berbagai jenis usaha jasa lainnya yang memiliki peluang berkembang di Papua Tengah.

"Kita mulai dari yang kecil-kecil dulu. Yang penting mereka punya keberanian dan pengalaman berwirausaha. Dari situ mereka bisa berkembang dan berpikir lebih besar ke depannya," kata Alexander.

Lebih lanjut, ia menargetkan dalam lima tahun ke depan akan lahir sejumlah pengusaha sukses dari Papua Tengah yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Harapan kami, lima tahun ke depan akan muncul lima sampai sepuluh pengusaha Papua Tengah yang berhasil. Ini langkah awal yang sedang kita siapkan menuju ke sana," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, KADIN Papua Tengah juga meluncurkan Koperasi Induk Honai Papua Tengah Terang yang akan menjadi wadah pemberdayaan dan perlindungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Alexander menjelaskan, koperasi tersebut nantinya akan dibentuk hingga ke delapan kabupaten di Papua Tengah dan fokus mendukung sektor pangan lokal, perikanan, kelautan, serta berbagai usaha produktif masyarakat.

"Koperasi ini akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat. KADIN berfungsi sebagai payung pembinaan, sementara koperasi akan bergerak langsung membantu UMKM dan mengembangkan usaha-usaha masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, keberadaan koperasi sangat penting untuk memastikan para pelaku UMKM memiliki wadah yang mampu mendukung pengembangan usaha mereka secara berkelanjutan.

"Koperasi ini hadir untuk melindungi dan memperkuat UMKM. Jadi usaha-usaha yang kita dorong melalui pelatihan nanti akan mendapat dukungan dan pendampingan melalui koperasi," katanya.

Alexander menambahkan, seluruh program yang dijalankan KADIN Papua Tengah merupakan bentuk dukungan terhadap visi pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal.

"Kami hanya bisa merencanakan dan bekerja. Yang terpenting adalah bagaimana kita sama-sama bergandengan tangan membangun Papua Tengah. Kalau ada yang baik kita dukung bersama, kalau ada yang kurang kita perbaiki bersama demi masa depan daerah ini," pungkasnya. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#Papua Tengah #Ceposonline.com #kadin