CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak generasi Z (Gen Z) memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan edukasi pencegahan stunting, menangkal hoaks, dan menumbuhkan semangat bela negara di era digital.
Ajakan tersebut disampaikan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda Provinsi Papua Tengah, Allantino Wiay, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Gen Z Papua Tengah bertema “Aksi Nyata Sadar Stunting dan Menyebarluaskan Energi Positif Bela Negara” di Aula Guest House Nabire, Jumat (23/10/2026).
Allantino mengatakan, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan Papua Tengah. Karena itu, Gen Z diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan informasi bermanfaat dan mendorong perubahan positif di masyarakat.
“Generasi Z bukan hanya penerus, tetapi juga penentu arah masa depan Papua Tengah. Karena itu, anak muda harus mampu berpikir, berkarya, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesadaran tentang gizi serta kesehatan.
Menurutnya, generasi muda dapat berkontribusi dengan mempelajari informasi gizi yang benar, menyebarkan edukasi kesehatan, dan mengajak teman sebaya menerapkan pola hidup sehat.
“Membangun Papua Tengah tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga harus membangun kualitas manusianya. Generasi yang sehat merupakan bagian penting dari masa depan daerah,” jelas dia.
Selain kesehatan, Allantino menekankan pentingnya bela negara melalui penggunaan media sosial secara bijak. Ia mengajak generasi muda menolak hoaks, menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, dan menyebarkan informasi positif tentang Papua Tengah.
“Jangan biarkan jari kita lebih cepat menyebarkan kebencian daripada kebaikan. Jadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan inspirasi, kreativitas, dan perubahan,” tegasnya.
Ia berharap FGD tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan aksi nyata melalui kampanye digital tentang pencegahan stunting dan pesan-pesan positif di sekolah, kampus, komunitas, serta lingkungan tempat tinggal.
Allantino juga mengingatkan bahwa generasi muda tidak perlu menunggu memiliki jabatan atau menjadi terkenal untuk membawa perubahan. Kontribusi dapat dimulai dari hal sederhana di lingkungan terdekat.
Ia mengajak seluruh generasi muda Papua Tengah membangun kepedulian, memperkuat kolaborasi, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui tindakan nyata.
“Jadilah generasi yang bukan hanya viral karena apa yang diunggah, tetapi dikenang karena kebaikan yang dilakukan. Mari wujudkan Gen Z Papua Tengah yang sehat, cerdas, berkarakter, dan menjadi energi positif bagi bangsa,” pungkasnya. (*)
Editor : Agung Trihandono