CEPOSONLINE.COM, NABIRE-Jasa para pejuang bangsa tidak berhenti pada sejarah perjuangan yang telah mereka torehkan. Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Sosial kini berupaya memastikan warisan perjuangan itu tetap dihargai dengan memberikan perhatian kepada warakawuri dan keluarga pejuang di daerah ini.
Sebanyak 32 warakawuri dan keluarga pejuang di Kabupaten Nabire menjadi sasaran pemberian penghargaan dan santunan sosial dalam kegiatan yang digelar Dinas Sosial Papua Tengah pada 7-9 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan Fasilitasi Pemberian Penghargaan dan Santunan Sosial bagi Warakawuri/Keluarga Pahlawan Nasional, Perintis Kemerdekaan dan Janda Duda Provinsi Papua Tengah, yang dilaksanakan di Nabire.
Ketua Panitia Kegiatan Fasilitasi Pemberian Penghargaan dan Santunan Sosial bagi Warakawuri/Keluarga Pahlawan Nasional, Perintis Kemerdekaan dan Janda Duda Provinsi Papua Tengah, John Wakerkwa, mengatakan pemberian santunan tersebut merupakan bentuk penghormatan pemerintah kepada para pejuang yang telah berjasa bagi bangsa dan negara, sekaligus perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Para perintis atau pahlawan nasional ada yang sudah meninggal, ada yang masih hidup, ada keluarga dan janda. Itu yang tahun ini khusus kami lakukan di Nabire,” kata John saat ditemui di sela-sela kegiatan di Nabire, Kamis (8/10/2026).
Ia mengatakan, untuk pelaksanaan tahun ini, Dinas Sosial Papua Tengah memfokuskan kegiatan di Kabupaten Nabire dengan jumlah penerima yang tercatat sebanyak 32 orang.
“Di Nabire jumlahnya 32 orang. Yang ada di DPA kami 32. Lebih ada atau tidak, itu kami belum pastikan,” ujarnya.
Santunan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, di antaranya beras, gula, susu, garam dan telur. Selain bantuan dalam bentuk barang, para penerima juga mendapatkan santunan berupa uang sebesar Rp1 juta.
Menurut John, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan perhatian nyata kepada keluarga para pejuang. Sebab, jasa yang telah diberikan para pejuang menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa hingga saat ini.
“Karena mereka ini adalah pejuang nasional dan kita harus menghargai. Karena jasa mereka, kami ada sampai hari ini,” katanya.
Tidak hanya memberikan bantuan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan Dinas Sosial untuk melakukan pendataan terhadap warakawuri, keluarga pahlawan nasional dan perintis kemerdekaan yang berada di Papua Tengah.
John mengatakan, data yang akurat sangat dibutuhkan agar pemerintah dapat mengetahui secara pasti jumlah dan kondisi keluarga pejuang yang masih membutuhkan perhatian.
“Kami di Dinas Sosial mau punya data para pejuang dan keluarga pejuang nasional. Jadi kalau ada bantuan, kami bisa menyalurkannya secara menyeluruh dan tepat sasaran,” jelasnya.
Dinas Sosial juga memberikan sosialisasi mengenai akses terhadap sejumlah program perlindungan sosial, termasuk BPJS dan santunan yang bersumber dari Kementerian Sosial.
Langkah ini dilakukan karena masih terdapat keluarga pejuang yang belum menerima sejumlah hak dan bantuan sosial. Dinas Sosial Papua Tengah, kata John, akan membantu melengkapi dokumen dan persyaratan sehingga mereka dapat diusulkan untuk memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.
“Ada keluarga atau pejuang yang belum menerima BPJS, kemudian santunan dari Kementerian Sosial. Ini yang kami mau sosialisasikan dan bantu mereka melengkapi berkas, supaya Dinas Sosial Provinsi bisa mengusulkan ke kementerian agar mereka mendapatkan santunan sosial dari negara,” tuturnya.
John menambahkan, Nabire menjadi daerah pertama yang menjadi sasaran pelaksanaan program tersebut. Ke depan, Dinas Sosial Papua Tengah akan memperluas pendataan dan pemberian santunan ke kabupaten lainnya.
“Kalau tahun ini kami di Nabire, nanti tahun depan kita akan menyasar beberapa kabupaten yang ada di Papua Tengah yang bisa kita jangkau, seperti Timika, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak Jaya dan Puncak,” katanya.
Ia memastikan program tersebut akan terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya. Bahkan, rencana kegiatan serupa telah dimasukkan dalam program tahun anggaran 2027.
“Rencana tahun 2027 sudah masuk. Sehingga kegiatan ini akan kami jalankan terus. Mereka ini adalah pejuang nasional dan kita harus menghargai jasa mereka,” pungkas John. (*)
Editor : Elfira Halifa