Di hadapan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Bupati Dogiyai Yudas Tebai menyampaikan sejumlah kebutuhan tersebut sekaligus meminta dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mempercepat pembangunan di daerahnya.
Aspirasi itu disampaikan Yudas dalam tatap muka bersama Gubernur Papua Tengah, ASN, tokoh masyarakat dan masyarakat Kabupaten Dogiyai di Aula Digikotu, Senin (7/9/2026).
Yudas menyampaikan kebutuhan di sektor pertanian dan perkebunan, pelayanan kesehatan, hingga penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Menurutnya, Dogiyai memiliki hubungan khusus dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah. Ia menyebut Dogiyai sebagai rumah atau honai pertama bagi keduanya.
“Kami percaya bahwa Kabupaten Dogiyai adalah rumah atau honai pertama Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah. Sehingga dukungan dan perhatian yang tulus melalui kebijakan, program dan kegiatan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah di Kabupaten Dogiyai amat sangat kami harapkan untuk kemajuan dan pembangunan di honai ini,” ujarnya.
Yudas kemudian menyampaikan potensi besar Dogiyai di sektor pertanian dan perkebunan. Menurutnya, daerah tersebut memiliki tanah yang subur serta menghasilkan berbagai komoditas pertanian hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan juga perkebunan kopi serta tanaman alternatif seperti anggrek.
Letak Dogiyai yang berada pada jalur lintas ekonomi yang menghubungkan Kabupaten Nabire, Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Intan Jaya, kata Yudas menjadi modal penting untuk pengembangan kawasan pertanian dan perkebunan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Dogiyai menjadikan pengembangan pertanian dan perkebunan sebagai salah satu program prioritas daerah.
Bupati berharap dibantu pengembangan kawasan pertanian dan perkebunan kopi.
Di sektor infrastruktur, Dogiyai berupaya membuka keterisolasian wilayah dengan membangun ruas jalan baru maupun meningkatkan jalan yang sudah ada.
Dari 10 distrik yang ada di Dogiyai, tujuh distrik disebut telah terakses jalan. Namun, kondisi jalan di sejumlah wilayah masih belum maksimal.
Karena itu, Yudas meminta perhatian Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap ruas jalan yang berstatus jalan provinsi.
Di bidang kesehatan, Yudas menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Dogiyai saat ini memiliki 15 Puskesmas perawatan dan satu RSUD.
Pihaknya membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana serta pemenuhan tenaga dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis.
Selain itu Dogiyai masih kekurangan guru.
“Kami berharap ke depan kalau ada perekrutan tenaga guru dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat memperhatikan kami dalam rangka pemenuhan tenaga guru pada 66 Sekolah Dasar, 14 Sekolah Menengah Pertama, dan empat SMA/SMK yang tersebar di seluruh Kabupaten Dogiyai,” tuturnya.
Yudas juga bicara soal pengangguran di Dogiyai.
Menurutnya, keterbatasan anggaran pembangunan daerah menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah. Di sisi lain, kondisi sosial yang terkadang diwarnai konflik juga dapat mengganggu aktivitas pemerintahan maupun masyarakat.
Pemkab Dogiyai, kata Yudas, terus melakukan pemetaan terhadap potensi persoalan sosial, termasuk pendataan kelompok pengangguran dan kebutuhan lapangan kerja.
“Kami berupaya melakukan pemetaan potensi masalah sosial, termasuk upaya pemerintah dalam pendataan lapangan pekerjaan dan kelompok pengangguran yang ada di Kabupaten Dogiyai,” katanya.(*)
Editor : Abdel Gamel Naser