Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Pemprov Papua Tengah Dorong OPD Hadirkan Inovasi yang Berdampak Langsung kepada Masyarakat

Theresia F. Tekege • Kamis, 11 Juni 2026 | 10:42 WIB
Para Kassubag Program dan Admin dari OPD di lingkungan Pemprov Papua Tengah saat Bimtek Tata Cara Penginputan Indikator Inovasi Daerah dan Koordinasi Teknis Aplikasi IGA Tahun 2026 yang digelar di Gedung Guest House Nabire, Kamis (11/6/2026).(Ceposonline.com/Theresia)
Para Kassubag Program dan Admin dari OPD di lingkungan Pemprov Papua Tengah saat Bimtek Tata Cara Penginputan Indikator Inovasi Daerah dan Koordinasi Teknis Aplikasi IGA Tahun 2026 yang digelar di Gedung Guest House Nabire, Kamis (11/6/2026).(Ceposonline.com/Theresia)

CEPOSONLINE.COM, NABIRE-Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Penginputan Indikator Inovasi Daerah dan Koordinasi Teknis Aplikasi Innovation Government Award (IGA) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Guest House Nabire, Kamis (11/6/2026).

 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah itu diikuti perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam mengelola, mendokumentasikan, dan melaporkan inovasi daerah.

 

Dalam sambutannya, Staf Ahli II Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Papua Tengah, Ukkas, menegaskan bahwa inovasi daerah merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

 

Menurut Ukkas, pemerintah daerah saat ini dituntut untuk tidak bekerja secara biasa-biasa saja. Tantangan pembangunan yang semakin kompleks, kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, serta keterbatasan sumber daya mengharuskan pemerintah menghadirkan berbagai terobosan yang efektif dan tepat sasaran.

 

“Saat ini pemerintah daerah dituntut untuk tidak bekerja secara biasa-biasa saja. Tantangan pembangunan semakin kompleks, sementara kebutuhan masyarakat terus berkembang. Karena itu, inovasi daerah menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan daerah,” ujarnya.

 

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bapperida Provinsi Papua Tengah yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang inovatif, terukur, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

Menurut Ukkas, pelaksanaan Bimtek IGA bukan hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan administrasi dalam penilaian inovasi daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun budaya inovasi di seluruh perangkat daerah.

 

“Innovation Government Award bukan sekadar ajang penilaian dan penghargaan. Yang paling penting adalah bagaimana inovasi menjadi budaya kerja yang mampu melahirkan kebijakan yang efektif, pelayanan yang lebih cepat, tata kelola yang lebih sederhana, serta program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa semangat inovasi tersebut sejalan dengan visi pembangunan Papua Tengah, yaitu “Mewujudkan Papua Tengah Emas, Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju dan Berkelanjutan.”

 

Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program prioritas pembangunan daerah, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, konektivitas wilayah, hingga penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

 

Karena itu, seluruh perangkat daerah didorong untuk menghadirkan inovasi yang selaras dengan arah pembangunan daerah dan kebutuhan riil masyarakat.

 

Ukkas menegaskan bahwa inovasi tidak harus selalu berbentuk teknologi canggih atau program besar yang membutuhkan anggaran tinggi.

 

Menurutnya, inovasi dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang mampu meningkatkan efektivitas pelayanan dan kinerja pemerintahan.

 

“Inovasi bisa dimulai dari penyederhanaan pelayanan, percepatan administrasi, peningkatan koordinasi antar-OPD, hingga pendekatan kerja yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Ukkas juga memberikan apresiasi kepada seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang selama ini telah berpartisipasi dalam penginputan indeks inovasi daerah sehingga Papua Tengah mampu menunjukkan capaian yang cukup baik dalam penilaian inovasi daerah.

 

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri. Menurutnya, masih banyak program inovatif yang belum terdokumentasi dan terlaporkan secara optimal.

 

“Banyak program yang sebenarnya inovatif, tetapi tidak terdokumentasi dan tidak terinput dengan baik sehingga tidak terbaca dalam sistem penilaian nasional. Di sinilah pentingnya koordinasi teknis dan pemahaman yang sama antar perangkat daerah,” ujarnya.

 

Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan tidak hanya hadir untuk memenuhi kewajiban administratif semata.

 

“Jangan hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar memahami substansi dan mekanisme penginputan inovasi daerah. Dengan pemahaman yang baik, setiap inovasi yang telah dilakukan dapat terdokumentasi dan dilaporkan secara optimal,” tegasnya.

 

Ukkas juga mengajak para pimpinan OPD untuk terus membangun budaya kerja yang kreatif, adaptif, dan solutif di lingkungan kerja masing-masing.

 

Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu bergerak cepat dalam merespons berbagai kebutuhan masyarakat serta menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata.

 

“Pemerintah daerah harus mampu bergerak cepat dan menghasilkan program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Budaya kerja kreatif, adaptif, dan solutif harus terus dibangun agar pelayanan publik semakin berkualitas,” katanya.

 

Ia juga berharap kegiatan Bimtek IGA 2026 dapat melahirkan semakin banyak inovasi daerah yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, memperkuat daya saing daerah, serta mendukung terwujudnya pemerintahan yang efektif dan akuntabel di Provinsi Papua Tengah.

 

“Melalui kegiatan ini, saya berharap lahir berbagai inovasi daerah yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, memperkuat daya saing daerah, serta mendukung terciptanya pemerintahan yang efektif dan akuntabel di Provinsi Papua Tengah,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Elfira Halifa
#Papua Tengah #Ceposonline.com