Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Hadiri Muspas Mee VIII di Komopa, Pemprov Papua Tengah Minta Gereja Perkuat Iman, Moral, dan Kedamaian Tanah Papua

Theresia F. Tekege • Rabu, 4 Februari 2026 | 08:54 WIB
Suasana Muspas Mee VIII di Komopa Paniai. (CEPOSONLINE.COM/Abeth You For Cepos)
Suasana Muspas Mee VIII di Komopa Paniai. (CEPOSONLINE.COM/Abeth You For Cepos)

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah meminta gereja terus memperkuat iman dan moral umat serta berperan aktif dalam menjaga kedamaian dan persatuan di Tanah Papua. 

 

Hal itu disampaikan dalam sambutan Gubernur Papua Tengah pada pembukaan Musyawarah Pastoral (Muspas) Mee VIII di Paroki Kristus Jaya Komopa, Dekenat Paniai, Keuskupan Timika, Senin (2/2/2026).

 

“Gereja diharapkan terus hadir sebagai garam dan terang dunia, memberikan penguatan iman, pendampingan pastoral, serta teladan hidup yang membawa damai, keadilan, dan persaudaraan di tengah umat dan masyarakat,” Staf Ahli Pemprov Papua Tengah, Marthen Ukago saat membacakan sambutan Gubernur. 

 

Dalam sambutan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa Musyawarah Pastoral Mee VIII bukan sekadar agenda rutin gerejawi, melainkan forum strategis untuk refleksi iman, evaluasi pelayanan, serta perumusan arah pastoral ke depan agar gereja tetap relevan menjawab tantangan zaman dan kebutuhan umat, khususnya masyarakat Mee di Tanah Papua.

 

“Musyawarah ini menjadi ruang penting bagi gereja untuk meneguhkan kembali perannya dalam menjawab berbagai tantangan sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta pembentukan moral dan karakter generasi muda,” lanjut sambutan gubernur.

 

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia seutuhnya yang bertumpu pada nilai-nilai spiritual, etika, budaya, dan kemanusiaan.

 

“Dalam konteks pembangunan manusia seutuhnya, pemerintah memandang gereja sebagai mitra strategis yang memiliki peran besar dalam menjaga persatuan, merawat harmoni sosial, dan menanamkan nilai kasih, kejujuran, kerja keras, serta tanggung jawab,” ujar gubernur dalam sambutannya.

 

Melalui Musyawarah Pastoral Mee VIII ini, Pemprov Papua Tengah berharap lahir rekomendasi pastoral yang kontekstual dan membumi, program pelayanan yang menyentuh kebutuhan nyata umat, penguatan peran keluarga, pemuda, dan perempuan, serta komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan persatuan di Tanah Papua.

 

“Kami mengajak seluruh peserta musyawarah untuk terus membangun sinergi antara gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya Papua Tengah yang damai, sejahtera, bermartabat, dan beriman,” lugasnya.

 

Musyawarah Pastoral Mee VIII mengusung tema “Saling Menghidupkan” (Iyaiya Akaatiyake) dengan subtema “Aku Menjaga dan Mengelola Damai” (Koyakou ani Dou Tou Ma Idaa Awiima). 

 

Misa pembukaan dipimpin lansung oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA.

 

Pembukaan Muspas Mee VIII turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Papua Tengah, di antaranya Plt Kepala BPPKAD Alexander Manangsang, Plt Kepala Dinas Kesehatan dan P2M dr. Agus, Plt Kepala Biro Umum Setda Vivian A. Gobai, serta Plt Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Yohanes You, bersama para pimpinan gereja, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan umat Mee dari berbagai wilayah di Tanah Papua. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#Papua Tengah #Ceposonline.com #NABIRE